Menag : Dengan Satker Terbesar, Perubahan Kemenag Memerlukan Waktu
Kamis, 21 Januari 2016
“Kapal yang besar tidak bisa berbelok dengan cepat seperti speed boat, sesuatu yang besar, jika melakukan perubahan perlu waktu, karena kebesaran pada dirinya,”demikian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengilustrasikan tentang perubahan di Kemenag saat memberikan arahan bagi pejabat dan pegawai Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Utara di Medan, Jumat (15/1) lalu.
Kepada seluruh ASN Kanwil Kememag Sumut, Menag menyampaikan bahwa Kemenag sekarang sedang menjalani proses perubahan kearah yang lebih baik.
“Alhamdulillah, hasil sigi lembaga-lembaga survei, masyarakat melihat Kemenag secara keseluruhan mengalami perubahan ke arah yang lebih baik,” ucap Menag.
“Kita harus mensyukuri itu semua,” imbuhnya.
Ungkapan rasa syukur itu, terang Menag, adalah dengan menjaga dan mengembangakan serta meningkatkannya seluruh capaian positif yang telah diraih. Apa yang disukuri, publik atau masyarakat melihat Kemenag saat ini sudah berada pada track atau jalur yang berubah.
“Kita sudah berubah, tentunya berubah kerah yang lebih baik,” ujar Menag.
Seperti di KUA, Menag memberi contoh, kita telah mengalami perubahan yang mendasar, meski masih ada yang berpola prilaku masa lalu. Tapi sebagian besar dari kita sudah menuju ke arah yang lebih baik. Madrasah kita juga sudah dapat menyaingi sekolah umum, bahkan di sebagian tempat dapat mengungguli.
“Bahkan, sudah ada masyarakat menjadikan madrasah sebagai prioritas utama menyekolahkan anaknya., “tandas Menag.
Selain itu, ujar Menag, untuk perguruan tinggi, saat ini sudah banyak Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
Untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, Kemenag sudah melakukan pencanangan Zona Integritas, Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang terus tumbuh.
“Itu semakin menunjukkan kita ingin melakukan perubahan,” tutur Menag.
Menag dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan, bahwa penyelenggaraan haji dalam dua tahun terakhir banyak diapresiasi banyak kalangan. Akan hal itu, Menag mengingatkan jajaran Kemenag untuk jangan sampai berpuas diri tapi terus tingkatkan kualitas pelayanan haji.
Berbicara kerukunan umat beragama, Menag menyampaikan, masih banyak kasus yang membuat kita harus terus waspada. Ini bukanlah sesuatu yang given, bukan sesuatu hal yang sifatnya statis. Oleh karenanya, Menag menginginkan ASN Kemenag senantiasa berupaya agar kerukunan terus dijaga.
Satu hal yang menjadi kebanggaan tersendiri, tandas Menag, bahwa beberapa waktu yang lalu Kemenpan-RB memberikan penilaian nilai B atas kinerja Kemenagyang belum pernah ada selama ini karena biasanya status atau nilai yang diperoleh selalu CC.
Atas seluruh capaian positif yang telah diraih, Menag menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN Kemenag, karena perubahan yang dilakukan di Kemenag pada hakikatnya dilakukan oleh seluruh ASN.
“Saudaralah yang menggerakan roda instansi Kemenag ini, mulai dari Kankemenag Kab/Kota, KUA, Madrasah, Penyuluh, Penghulu, semua aparatur. Merekalah sesungguhnya secara riil yang hidup di masyarakat dan menjalankan misi Kemenag,” tandas Menag. (rief/dm/dm).
Sumber :kemenag.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Menag : Dengan Satker Terbesar, Perubahan Kemenag Memerlukan Waktu
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/menag-dengan-satker-terbesar-perubahan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5

0 komentar:
Posting Komentar