#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

JEMAAH HAJI ASAL SBT WAFAT USAI WUKUF DI ARAFAH

Kamis, 23 Agustus 2018

Baca Selengkapnya ....

Reward Untuk ASN Kemenag SBT

Selasa, 07 Agustus 2018
Bula (Inmas). Dalam rangka meningkatkan kinerja ASN di Lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, diberikan apresiasi atas capaian yang diraih beberapa satker dan ASN sepanjang tahun 2018. Melalui kegiatan pembinaan ASN yang diisi oleh Kabag TU Kanwil Propinsi Maluku, Senin (6/8) menyerahkan piagan penghargaan dalam beberap kategori. 

Piagam Penghargaan yang diserahkan Kabag TU mewakili Kepala Kanwil Kemenag Propinsi Maluku, Faisal Musaad, M.Pd yang pada saat pembinaan berhalangan hadir di Bula, ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur. 

Adapun piagam penghargaan yang diberikan antara lain:
1. Informasi dan Humas Kankemenag Kabupaten SBT sebagai Update Berita & Informasi Tercepat
2. Drs. Madjis Mudjid sebagai ASN Kemenag SBT dengan Disiplin Terbaik. 
3. Herwanto, S.Sos.H & Hamed Alhamed, SE, MM, sebagai ASN Kemenag SBT dengan Laporan Kinerja Terbaik.
4. MTs Jakarta Baru sebagai Pengelola & Laporan EMIS Kemenag SBT terbaik. 

Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku, Jamaluddin Bugis,S.Ag mengunggapkan harapannya saat menyerahkan piagam penghargaan, "Penghargaan ini sebagai bentuk Reward dan apresiasi positif atas kinerja saudara-saudara dalam mengemban tugas, karena itu diharapkan dapat meningkatkan apa yang telah dicapai kearah lebih baik minimal sama dengan apa yang telah diraih saat ini" ujarnya sambil menyalami satu persatu penerina piagam. (ss) 

Baca Selengkapnya ....

KSM Tingkat Sekolah Di MIN 3 SBT

Jumat, 03 Agustus 2018
Bula (Inmas). Madrasah Ibtidaiyah Negeri Bula atau sekarang berubah nama menjadi MIN 3 Seram Bagian Timur menggelar uji Kompetensi Sains Madrasah tingkat sekolah bagi siswa-siswinya di Aula Kemenag SBT. Kegiatan yang mengikutsertakan 15 peserta dari kelas IV dan V itu di buka oleh Kepala Kemenag, Yasir Rumadaul, Jumat (3/8).

Menurut Kepala MIN 3 Seram Bagian Timur, Ahmad Yani Rumatoras kegiatan KSM di madrasahnya adalah seleksi tingkat sekolah untuk memilih calon peserta yang akan dipersiapkan mengikuti KSM tingkat kabupaten sekitar Maret 2018. "Dengan begitu kami memikiki waktu yang cukup untuk mempersiapkan anak-anak ini tampil di ajang KSM kabupaten tahun depan" ujar Yani. 

Dari 15 siswa-siswi yang mengikuti kegiatan KSM tingkat sekolah akan diseleksi menjadi 7 peserta terbaik untuk pelajaran Matematika dan IPA yang akan mewakili MIN 3 pada ajang diatasnya. Pada acara yang berlangsung sejak pagi hari itu diawasi oleh 2 guru pembimbing yang menemani mereka selama mengisi lembar soal-soal tes KSM. "Insha Allah akan berlangsung 2 hari, ditambah kegiatan olahraga 4 hari" sambung Yani. 

Dirinya berharap MIN 3 yang pada ajang KSM tingkat propinsi Maluku beberapa waktu lalu mengirimkan 2 pesertanya akan tampil maksimal pada level kabupaten nantinya. "Anak-anak senang mendapatkan pengalaman dalam ajang kompetensi sains seperti ini. Membuat mereka bergairah dan dinamis dalam belajar" ungkap Yani lebih lanjut. (ss) 

Baca Selengkapnya ....

Focus Group Discussion (FGD) PAI Di SBT

Kamis, 02 Agustus 2018
Bula (Inmas). Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Timur, Kamis (2/8) dilangsungkan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) PAI Bidang Pakis Kanwil Kemenag Propinsi Maluku yang dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Maluku diwakili oleh Kepala Kemenag SBT, Yasir Rumadaul. 

Kegiatan yang diikuti 30 peserta guru PAI dan berlangsung 1 hari itu selain diisi oleh narasumber Pejabat eselon IV pada Kanwil Kemenag Maluku juga Kepala Kemenag Kabupaten SBT. Narasumber dari Kanwil yakni Pak Abd Gani Rehalat, S.Ag, beliau adalah kepala Seksi pendidikan Menengah Kanwil. 

Dalam laporannya Said Nuhuyanan, S.HI sebagai Ketua Panitia kegiatan menyampaikan tujuan pelaksanaan kegiatan untuk mendapatkan informasi dan gambaran tentang bagaimana perkembangan PAI maupun hambatan dan kendala yang dihadapi oleh pelaksana pendidikan terutama Guru PAI di lapangan khususnya Kabupaten Seram Bagian Timur. 

"Upaya yang menyeluruh dalam rangka peningkatan mutu pendidikan agama adalah amanat yang secara eksplisit dinyatakan dalam UU 1945 pada pasal 31 ayat 3 dan juga UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Olehnya itu kegiatan Focus Grup Discussin yang dilaksanakan pada hari ini begitu penting dan semoga dirahmati oleh Allah SWT" ujarnya. 

Said Nuhuyana yang juga adalah kepala seksi PAI pada Paud dan Pendidikan Dasar Kanwil Kemenag Maluku lebih jauh berharap kegiatan ini dapat diikuti oleh para Guru PAI yang tersebar di sekolah umum itu sehingga hasil yang diharapkan dapat diwujudkan. (ss) 

Baca Selengkapnya ....

Ujian Nasional Perbaikan Di MAN 2 SBT

Senin, 30 Juli 2018
Bula (Inmas). Ujian Nasional memang telah selesai, namun para siswa yang nilainya tak memenuhi standar boleh mengikuti Ujian Nasional Perbaikan (UNP) yang di gelar tanggal 28 hingga 31 Juli 2019. Demikian yang dikatakan Ibu Boki Rahmawati, Kepala MAN 2 Seram Bagian Timur, Senin (30/7).

"Di Aliyah Bula terdapat 13 siswa yang mengikuti UNP tahun ini. Selain nilainya tak mencapai nilai standar yaitu 55, ada yang ingin mencapai nilai lebih baik agar masuk perguruan tinggi pilihan" ungkap Boki. 

Dalam Ujian Nasional Perbaikan di MAN 2 sempat dikunjungi oleh Tim pemantau dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Drs. Pieter Loupatty yang datang ditemani Kepala UPTD Bula, Said Bin Tahir, S.Pd. Kedatangan mereka untuk memantau pelaksanaan UNP di MAN 2 SBT. 

"Insha Allah berjalan lancar diharapkan siswa yang mengikuti ujian perbaikan ini dapat memperoleh nilai maksimal sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri dan mencapai cita-cita yang mereka idamkan" tutur Boki menutup penjelasannya. (ss/brb)

Baca Selengkapnya ....

Pembukaan Seleksi KSM dan Lomba Guru Tenaga Kependidikan (GTK)Prov.Maluku 2018

Kamis, 26 Juli 2018

Baca Selengkapnya ....

30 Guru Kemenag SBT Mengikuti Diklat Teknis Substansif Penyusunan RPP

Senin, 02 Juli 2018
Bula (Inmas). Balai Diklat Keagamaan Ambon melakukan diklat di wilayah kerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur yang berlangsung dari tanggal 2 sampai dengan 9 Juli 2018. Diklat Teknis Substantif Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) dengan peserta berjumlah 30 orang mengikuti acara pembukaan di Aula Kemenag SBT. 

Ali Litiloly, S.Ag, M.Si dalam laporan mewakili Kepala BDK Ambon, Dr. Abdul Kahar, M.Pd.I menyampaikan alasan dilaksanakannya diklat teknis substantif penyusunan RPP ini. "Sebagai respon dinamika pada dunia pendidikan, terutama perubahan regulasi terkait penerapan kurikulum serta pemenuhan peningkatan kualitas guru atau pendidik pada Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur", paparnya. 

Dalam penerapan kurikulum dimaksud, lanjut beliau, terjadi perubahan/revisi sesuai Permendikbud No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian. 

"30 orang guru di Lingkungan Kemenag SBT dilatih melalui diklat ini agar meningkat pengetahuan, keahlian, keterampilan dalam penyusunan Rencana Pembelajaran dan sikap guru untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika sebagai aparatur sipil negara" ungkap Ali mengurai tujuan diadakan diklat. 

Dalam diklat yang diisi tenaga pengajar dari Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Ambon akan disampaikan materi kurikulum terkait penyusunan RPP yang terdiri dari kelompok dasar 7 jam mata pelajaran, kelompok Inti 38 jam mata pelajaran dan kelompok penunjang 5 jam mata pelajaran. Jumlah keseluruhan 50 jam mata pelajaran. 

"Semoga semua peserta dapat mengikutinya dengan lancar dan mengambil manfaat dari kegiatan ini bagi peningkatan kemampuan diri dan kapasitas mengajar" harap Ali Litiloli menutup sambutan mewakili kepala BDK Ambon. (ss) 

Baca Selengkapnya ....

Yasir Rumadaul: 3 Tipe Aparatur Kemenag SBT

Bula (Inmas). Kepala Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, H.M. Yasir Rumadaul, S.Ag, M.Pd.I memberikan sambutan pada acara Pembukaan Diklat Teknis Substantif Penyusunan Rencana Pembelajaran (RPP) DDWK oleh Balai Diklat Keagamaan Ambon di Kemenag SBT, Senin (2/7).

Dalam sambutannya Kepala Kemenag menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelaksanaan DDWK yang kembali dilaksanakan di SBT sebab banyak guru yang belum memahami dengan baik kurikulum K13. Sehingga momentum pelaksanaan diklat teknis sunstantif penyusunan rencana pembelajaran bisa kontinyu dilaksanakan di SBT.

"Jangankan K13, 5 budaya kerja masih perlu dikuatkan sehingga dirasakan perubahan minset sebagaimana banyak teman-teman rasakan saat mengikuti kegiatan di Balai Diklat dimana suasana kondusif dan menyenangkan mencerminkan penerapan 5 budaya kerja, semoga di SBT bisa seperti itu. Harapannya, Kemenag SBT dan BDK bisa seperti adik kakak yang saling memperhatikan" ujar Yasir Rumadaul. 

Terkait kinerja aparaturnya, Yasir Rumadaul membagi ke dalam 3 kelompok. Pertama, tipe aparatur yang hanya menonton saja. Mereka ini tidak mau terlibat dalam setiap proses perubahan. Mereka apatis dengan keadaan dan memilih berada di tempat. Kedua, tipe aparatur penyokong, yakni mereka yang mengambil peran cukup aktif dalam proses perubahan. Ketiga, tipe aparatur pencipta. "Paling tidak para guru mengambil peran kedua sebagai aparatur yang turut menyokong dan menjadi bagian dari proses perubahan" ungkapnya. 

Kepala Kemenag mengharapkan para guru yang hadir dapat memaksimalkan keseriusan dan fokus untuk memahami penyusunan RPP dari Widyaiswara yang telah hadir di SBT. Semua masalah dan kendala yang dihadapi di lapangan disampaikan untuk di diskusikan untuk dicarikan jalan keluar. Sebab ketidaktahuan yang disembunyikan akan merugikan diri sendiri. Melalui bertanya dan seksama memperhatikan akan menghapus ketidaktahuan. 

Kendala yang dihadapi selama ini dalam bidang pendidikan menurut Yasir Rumadaul belum adanya sinkronisasi kerjasama dan satu bahasa antara Kepala Kantor dengan kepala seksi, pengawas kepala madrasah dan guru. "Masing-masing jalan sendiri. Karena itu melalui kegiatan ini diharapkan adanya kesamaan visi dan adanya perubahan minset kerja dan pikiran sehingga apa yang kita citakan bersama bisa diwujudkan" sambung Yasir. (ss) 

Baca Selengkapnya ....

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)