#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

KEPALA KEMENAG SBT DI UAMBN MAN BULA

Senin, 14 Maret 2016
Bula KemenagSBT- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, Drs. H. Ismail Rumfot didampingi Kepala Pendis, Usman Suin, S.Ag dan Kepala MAN Bula Dra. Sitti Mutia Khouw, M.Sc, melakukan pembukaan sampul Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) di Madrasah Negeri Aliyah Bula, Senin pagi (14/3).
,
Dalam sambutannya dihadapan para siswa MAN Bula, Kepala Kantor Kemenag SBTberharap para siswa dapat memahami dan mengerjakan soal ujian dengan baik sesuai apa yang sudah mereka dapatkan selama ini dari kelas 1 sampai kelas 3 dan mentaati tata tertib yang telah ditetapkan. Pak Ismail Rumfot menambahkan, “Insya Allah setelah lulus dari Aliyah agar dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi, sebab salah satu ukuran kualitas madrasah bisa dilihat dari seberapa banyak yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi”
UAMBN yang dilaksanakan di MAN Bula diikuti oleh 29 siswa, terdiri dari siswa jurusan IPA 12 orang dan IPS sebanyak 17 siswa. UAMBN yang diikuti siswa madrasah tersebut adalah salah satu ujian dari 3 tahapan ujian yang diikuti seluruh siswa di Indonesia. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh kabupaten/kota telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Sementara UAMBN yang tengah berlangsung dilaksanakan oleh madrasah yang ada di seluruh Indonesia. Dikatakan berstandar nasional karena soal ujian disusun dan dilaksanakan serentak dari Sabang sampai Merauke. Dan yang ketiga Ujian Akhir Nasional (UAN) dengan sistem komputerisasi. Dalam penjelasannya, Kepala Kemenag SBT menyebutkan untuk Kabupaten Seram Bagian Timur belum dilibatkan dalam ujian online.
Sementara di Kota Ambon sudah ada beberapa sekolah yang mengikuti ujian online ini. “Saya harapkan Kepala Sekolah dan Dewan Guru kedepan sudah harus menyiapkan anak didik mengikuti ujian nasional online”, demikian harapan kepala Kemenag SBT menutup sambutannya. (Supran)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: KEPALA KEMENAG SBT DI UAMBN MAN BULA
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/03/kepala-kemenag-sbt-di-uambn-man-bula.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)