#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

LEPAS 3047 PENYU, PPMN II MALUKU RAIH REKOR MURI

Kamis, 26 Mei 2016
Pantai Liang, Humas PPMN � Pelaksanaan Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) Ke- 2 membuat sejarah. Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin bersama ratusan siswa Penggalang serta ribuan masyarakat Maluku lainnya Rabu kemarin (25/5) bersama-sama melepas sebanyak 3047 ekor anak penyu ke laut bebas. Peristiwa monumental ini terekam dalam Museum Rekor Indonesia berupa pemecahan rekor pelepasan penyu terbanyak di dunia.
Kepala Kantor Kementerian Agama Propinsi Maluku Fesal Musaad, M. Pd. usai pelepasan penyu tersebut menjelaskan bahwa pelepasan sebanyak 3047 ekor anak penyu ke laut tersebut merupakan upaya pihak Kementerian agama untuk turut memberikan pencerahan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan baik hayati maupun nabati. Keberadaan penyu serta hewan langka lainnya harus bisa dijaga dan dilestarikan. Menurut Musaad cara terbaik menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan mengembalikannya ke habibat aslinya serta kita tidak boleh serampangan dalam mengeksploitasi semua hasil alam yang ada.
Menyangkut rekor MURI yang baru saja terpecahkan, Musaad menjelaskan bahwa ini juga merupakan upaya Kementerian Agama Propinsi Maluku agar momentum PPMN ini dapat lebih terkenal dan terkenang oleh seluruh peserta PPMN dan masyarakat Indonesia dan Dunia. Musaad berharap agar upaya ini lebih dapat memacu terbentuknya program pemerintah menjadikan Maluku sebagai poros maritim dunia.
�Program pemerintah Jokowi � JK untuk menjadikan Maluku sebagai poros maritim dunia, semoga dapat segera tercapai setelah pemecahan rekor MURI ini.� Harap Musaad.
Sementara itu Kemal Hidayatulloh (13) peserta PPMN dari kontingen Yogyakarta saat ditanyakan perasaannya melepas penyu menyampaikan rasa bangganya. Suksesnya pemecahan rekor MURI tersebut akan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah punahnya para penyu. Diharapkan Kemal agar pada PPMN selanjutnya isu-isu pelestarian lingkungan seperti ini dapat terus digalakkan.
�Sebenarnya acara pelepasan penyu ini sangat baik agar selalu tetap melestarikan penyu dan membiarkan para penyu berkembang biak dengan baik dihabitatnya. Dan saya harap, acara PPMN selanjutnya akan tetap ada kegiatan pelestarian kembali untuk alam�
PPMN II Maluku juga mampu menciptakan sejarah lainnya yakni sebagai Perkemahan Pramuka madrasah pertama yang dilaksanakan di tepi pantai. Hal ini dapat memberikan wawasan yang lebih kepada generasi penerus bahwa Indonesia merupakan negeri yang luas dan kaya raya. Pelaksanaan PPMN ini menjadi bagian untuk dapat mengekspose pantai, laut serta pariwisata bahari Maluku yang indah dan nyaman.
Pelaksanaan PPMN II Maluku dimulai sejak tanggal 24 hingga 28 Mei 2016 mendatang bertempat di Pantai Liang Propinsi Maluku. (JSE-Alifah/ Humas PPMN)
sumber : maluku.kemenag.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: LEPAS 3047 PENYU, PPMN II MALUKU RAIH REKOR MURI
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/05/lepas-3047-penyu-ppmn-ii-maluku-raih.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

I have to thank you for the efforts you've put in penning this blog. I really hope to check out the same high-grade blog posts by you in the future as well. In truth, your creative writing abilities has encouraged me to get my own website now ;) yahoo login mail

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)