#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kantor Kemenag SBT Hadirkan Ustad Muh. Abduh Tuasikal ST. MSc. Untuk Tarhib Ramadhan

Minggu, 05 Juni 2016
Bula-KemenagSBT. Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1437 H. yang tinggal hitungan jam ini, Kantor Kementerian Agama bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur , MUI SBT , Tim Penggerak PKK Kabupaten dan IKADI (Ikatan Da'i Indonesia)
menyelenggarakan acara Tarhib Ramadhan yang dikemas lewat tausiyah dan dialog interaktif dengan Ustad Muh. Abduh Tuasikal ST .MSc.  Da’i kelahiran Ambon yang kini berdomisili di Jokjakarta ini diundang secara resmi ke wilayah SBT untuk memberikan siraman rohani kepada masyarakat muslim yang ada di Bula dan sekitarnya sebagai bekal ilmu dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Acara yang dilaksanakan pada Sabtu Malam (4/6) di Masjid Agung Al Ikhwan Bula ini dihadiri langsung oleh Bupati SBT Bapak Abdul Mukti Keliobas. Dalam sambutannya Bupati SBT yang baru dilantik beberapa bula lalu ini mengharapkan seluruh ummat Islam yang ada di SBT benar benar memanfaatkan moment ramadhan ini sebagai momen yang tepat untuk muhasabah diri, menyadari kesalahan dan dosa baik itu kepada sesama mahluk lebih lebih kepada Sang Kholik yakni Allah Ta’ala. “Untuk itu sebelum memasuki bulan suci ini yang Insya Allah besok malam (malam Senin) Pemerintah lewat Kementerian Agama akan melakukan pemantauan hilal dan sidang itsbat, mari kita saling memaafkan satu sama lain dan kita jaga persatuan dan persaudaraan kita. Mari kita dengar dan taati keputusan pemerintah lewat siding itsbat nantinya” tegasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot juga mengharapkan kepada para hadirin yang hadir dalam acara tersebut untuk menjadikan pesan tausiyah yang nantinya akan dipaparkan oleh penceramah hendaknya dijadikan modal ilmu dalam menjalakan shoum ramadhan sehingga ibadah puasa yang dilakukannya dapat mengantarkannya kepada derajat Muttaqin di sisi Allahu Subhanahu wa Ta’ala.
Sesaat setelah paparan ceramah singkat oleh Ustad Muh. Abduh Tuasikal ST. MSc. , dilanjukan dengan dialog interaktif dengan para jamaah. Para Jamaah yang hadir dari kalangan pejabat pemda SBT, Majelis Taklim dan Ormas Islam yang ada di SBT nampak antusias untuk berdialog dengan ustad Abduh, sehingga tanpa terasa acara selesai pada jam 23.30 WIT.

Sosok Ustad Muh. Abduh Tuasikal ST. MSc. bukanlah sosok asing bagi para aktivis dakwah di tanah air. Da’I kelahiran Ambon ini  adalah Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Pernah menimba ilmu agama dari ulama besar seperti Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa'ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-'Ushaimi. Aktivitas keseharian beliaun selain berdakwah adalah sebagai Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul dan Pengasuh Rumaysho.Com dan Penasihat Muslim.Or.Id. Barakallahu fiekum ya ustad. Marhaban Yaa Ramadhan (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kantor Kemenag SBT Hadirkan Ustad Muh. Abduh Tuasikal ST. MSc. Untuk Tarhib Ramadhan
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/kantor-kemenag-sbt-hadirkan-ustad-muh.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)