#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

KONDISI KESEHATAN BURUK, JCH SBT DAPAT PERHATIAN EKSTRA DARI KAKANWIL KEMENAG MALUKU

Selasa, 08 Agustus 2017

Ambon, (Inmas) - Sejumlah Jamaah Calon Haji (JCH) lanjut usia (lansia) asal Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku terdeteksi mengalami gangguan kesehatan. Salah satunya adalah Ibu Nur Ramadhan yang mendapat perhatian secara ekstra dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Prov. Maluku, Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd saat tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (5/8) malam kemarin.
Kakanwil yang terlibat langsung mendampingi 98 JCH Kabupaten berjuluk Ita Wotu Nusa itu membantu JCH berumur 93 tahun asal daerah Kecamatan Seram Timur tersebut dengan memapah serta mendorongnya menggunakan kursi roda dari dalam lokasi bandara sampai ke dalam bis untuk menuju Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Seakan tidak mau mengabaikan tugasnya selaku kepala penyelenggara kegiatan keagamaan di Maluku, Kakanwil lengsung memperhatikan para jamaahnya dari Bandara Pattimura Ambon sampai ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
"Ini para tamu Allah SWT yang harus dilayani dengan baik. Mereka bukan sebatas tamu pemerintah," ucap Kakanwil saat meminta petugas haji agar ia sendiri yang mendorong JCH yang terdeteksi gangguan jantung tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun media ini, Ibu Nur sempat mengalami perawatan medis di RSU Al-Fatah Ambon sebelum bertolak menuju Embarkasi Haji Makassar pukul 17.00 WIT, Sabtu kemarin. Hasil diagnosa kesehatan menunjukkan ia mengalami permasalahan jantung.
"Kita harap JCH kita tetap sehat sampai kembali dari Tanah Suci Mekkah," harapnya sembari terus mendorong wanita kelahiran 1924 itu.
Kuota JCH yang ditetapkan pemerintah untuk Kabupaten SBT pada musim haji tahun ini sebanyak 100 orang  atau meningkat seratus persen dari kuota sebelumnya, 48 orang.
Namun dari kuota 100 orang tersebut, hanya 98 orang yang diberangkatkan pada musim  haji tahun ini,  karena 1 JCH dibatalkan keberangkatannya akibat masalah administrasi, dan 1 calon haji lainnya meninggal dunia menjelang keberangkatan dari Kota Bula menuju Kota Ambon. 
Dari 98 orang tersebut, JCH lansia atas nama ibu Nur Rumadan terdeteksi mengalami gangguan jantung, sehingga sempat dirujuk ke RSU Alfatah Ambon untuk menjalani perawatan medis dari tim dokter kesehatan.  
Jamaah Calon Haji SBT masuk dalam Kloter 14 dan diberangkatkan ke Embarkasi Makassar  sekitar pukul 17.00 WIT dan sesuai jadwal akan diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah pada 7 Agustus mendatang. (ZAM).

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: KONDISI KESEHATAN BURUK, JCH SBT DAPAT PERHATIAN EKSTRA DARI KAKANWIL KEMENAG MALUKU
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/08/kondisi-kesehatan-buruk-jch-sbt-dapat.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)