#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kepala Kemenag SBT Mengecek Kesiapan Penerimaan Siswa Baru Madrasah

Kamis, 21 Juni 2018
Bula (Inmas). Dalam rangka mengecek kesiapan panitia penerimaan siswa baru di madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, H.M. Yasir Rumadaul, S.Ag, M.Pd.I ditemani Kepala TU, Kepala Seksi Pendis dan Bimas Islam mengunjungi MTsN 3 Seram Bagian Timur dan MAN 2 Seram Bagian Timur, Kamis (21/6).

Dalam kunjungan kepala Kemenag di 2 madrasah itu Yasir Rumadaul berbincang dengan kepala madrasah masing-masing seputar kesiapan madrasah dalam menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan demi suksesnya penerimaan. Termasuk sosialisai yang telah mereka lakukan di sekolah dibawahnya. 

"Kami sudah berbicara di hadapan orang tua siswa yang lulus dari MTsN 3 dan SMP Negeri 1 Bula agar melanjutkan sekolah anaknya di MAN 2 SBT, dengan memberi berbagai pertimbangan dan keunggulan MAN dibanding sekolah umum. Madrasah bagaimana pun, dari sisi pendidikan agama lebih baik dan prestasi mulai terukir" ungkap Kepala MAN 2, Boki Rahmawati Buatan, M.P.d.I.

Apalagi menurut Boki dengan kondisi pergaulan anak zaman now saat ini yang begitu bebas dan seakan lepas kendali di topang sarana teknologi yang pesat, membuat pendidikan anak berbasis agama menjadi prioritas orang tua.

"Setidaknya di Madrasah mereka mendapatkan dasar pendidikan agama hingga mampu menjadi pegangan melangkah selanjutnya" ujar Boki. 

Pendaftaran siswa baru di MAN 2 Seram Bagian Timur mulai di buka tanggal 30 Juni sampai dengan 2 Juli 2018. Diharapkan penerimaan di kedua madrasah negeri itu lebih maksimal dan berjalan dengan lancar. (ss/ram)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kepala Kemenag SBT Mengecek Kesiapan Penerimaan Siswa Baru Madrasah
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2018/06/kepala-kemenag-sbt-mengecek-kesiapan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)