#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Catat, Ini Enam Harapan Menag Bagi ASN Kemenag

Rabu, 27 Januari 2016
Karawang (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) menyampaikan enam harapannya kepada seluruh aparatur Kementerian Agama. Keenam harapan tersebut disampaikan  Menag  saat memberikan arahan dan membuka Rapat Kerja Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat di Karawang – Jawa Barat, Selasa (26/01). 
Keenam harapan yang disampaikan Menag tersebut yaitu; pertama, agar pegawai Kemenag mempelajari dan menelaah kembali DIPA yang diperoleh, apakah sudah sesuai dengan outcome program dan jika dipandang
perlu segera lakukan revisi agar fokus pada pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan.
Kedua, agar pegawai Kemenag mengecek kembali satu persatu secara detil program, kegiatan, dan anggaran, mana yang benar atau mana yang tidak benar, program-program yang  menghamburkan dan memboroskan untuk dihilangkan. 
“Pastikan bahwa anggaran tersebut benar-benar bermanfaat,” ujar Menag.
Ketiga, segera menyelesaikan jika terdapat catatan dalam DIPA untuk memastikan bahwa program dan kegiatan dapat segera dilaksanakan mulai awal tahun 2016; Keempat, agar pegawai Kemenag memperhatikan dan fokus pada kegiatan prioritas sesuai dengan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo- Jusuf Kalla yang termaktub dalam 3 nilai utama revolusi mental ; Integritas, Etos kerja, dan Gotong royong, serta tugas dan fungsi Kementerian Agama melalui optimalisasi pemanfaatan anggaran terutama yang memiliki nilai tambah dan besar yang berdampak langsung pada masyarakat, semisal pembiayaan pendidikan, bantuan penyediaan sarana ibadah, pelayanan keagamaan, serta memelihara kerukunan umat beragama.
Kelima, agar pegawai Kemenag melaksanakan optimalisasi pelaksanaan anggaran, antara lain dengan efisiensi pada penyelenggaraan perjalanan dinas, pembiayaan kegiatan sosialisasi, orientasi, workshop, konsinyering rapat-rapat di luar kantor, dan rapat kerja, termasuk didalamnya efisiensi belanja perjalanan dinas luar negeri.
Keenam, segera menuntaskan pelaksanaan reformasi birokrasi yang telah berjalan pada Kemenag dalam rangka menciptakan iklim positif dan semangat kerja baru bagi seluruh ASN Kemenag dengan mendasarkan pada 5 nilai budaya dasar; Integritas, Profesional, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan. 
“Dengan enam point yang saya sampaikan pada Raker ini, mudah-mudahan Kementerian Agama akan semakin baik,” tandas Menag. (arief/dm/dm)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Catat, Ini Enam Harapan Menag Bagi ASN Kemenag
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/catat-ini-enam-harapan-menag-bagi-asn.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)