#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Menag: Aparatur Kemenag Harus On The Track

Rabu, 27 Januari 2016
Karawang (Bekasi) —- Perubahan di Kementerian Agama terus bergulir. Perbaikan demi perbaikan dilakukan demi layanan yang semakin optimal bagi masyarakat.
Sebagai pemimpin, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga tidak bosan-bosan untuk mengingatkan aparaturnya agar bekerja dengan baik. Di berbagai kesempatan, Menag terus mendorong aparaturnya agar bekerja sesuai dengan aturan dan tidak melanggar ketentuan.
“Kita harus bekerja on the track. Jangan sampai karena sesuatu hal, kita melakukan hal yang tidak terpuji,” tegas Menag saat memberikan sambutan sekaligus membuka Raker Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, di Karawang, Selasa (26/01). Rakor kali ini mengusung tema “Dengan Spirit 3 Nilai Utama Revolusi Mental dan 5 Nilai Budaya Kerja Kita Tingkatkan Kualitas Kerja dan Pelayanan Aparatur Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat.
Di hadapan ratusan aparatur Kanwil Kemenag Jawa Barat, Menag mengatakan bahwa publik saat ini sudah mulai merasakan perubahan Kemenag ke arah yang lebih baik. Hal ini tampak dari hasil polling sejumlah lembaga survei dalam satu tahun terakhir. Perubahan ini merupakan capaian yang harus disyukuri. “Kita dituntut untuk menjaga dan memeliharanya,” terang Menag.
Menag berharap ke depan akan tumbuh kesadaran bersama di kalangan  ASN Kemenag untuk dapat melakukan hal terbaik di unit kerjanya masing-masing. “Kelak kita tentu akan meninggalkan Kementerian Agama. Maka pasang niat, usahakan semaksimal mungkin, pada saatnya nanti meninggalkan Kemenag dalam kondisi lebih baik pada saat kita memasukinya, atau setidaknya tidak lebih buruk,” harapnya disambut tepuk tangan hadirin.
Raker Kanwil emenag Provinsi Jawa Barat ini akan berlangsung  sampai tanggal 28 Januari 2016 mendatang.  Selain pembahasan program kerja, raker juga diisi dengan pelatihan ESQ. (Arief/mkd/mkd)
sumber : kemenag.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Menag: Aparatur Kemenag Harus On The Track
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/menag-aparatur-kemenag-harus-on-track.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)