#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Jalan Santai Kerukunan Umat Beragama Meriahkan HAB di SBT

Selasa, 05 Januari 2016
BULA (Kemenagsbt.top)-Sebanyak 103 anak yatim dari berbagai jenjang pendidikan mendapatkan santunan dari Panitia Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 pada Kantor Kemenag SBT di Bula. Acara penuh hikmat dan rasa haru ini berlangsung sesaat setelah pelaksanaan upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabuapaten Seram Bagian Timur yang cukup luas pada Senin 4 Januari 2016.
Pemberian santunan ini sebagai wujud kepedulian jajaran pegawai kantor Kementerian Agama SBT terhadap para anak yatim yang ada di Bula. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot saat ditanya soal tujuan dari acara tersebut. Acara pemberian santunan ini dikemas sebagai bagian dari rangkaian acara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 yang dilaksanakan oleh Kantor Kemenag SBT.
Pada dua hari sebelumnya tepatnya hari Sabtu 2 Januari, peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 di SBT juga dimeriahkan dengan acara JALAN SANTAI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA yang diikuti sekitar 3000 peserta. Acara jalan santai ini melibatkan semua unsur masyarakat dan tokoh agama yang ada di SBT. Peserta  jalan santai ini dilepas langsung oleh Pejabat Bupati SBT, Bapak Hendrik Far Far SH. MH. Dalam sambutannya beliau mengharapkan SBT akan menjadi laboratorium kerukunan ummat beragama di Maluku. Semua ini akan terwujud jika masyarakat mampu menjaga kebersamaan dalam keberagaman sebagaimana terlaksana pada acara jalan santai ini. Setelah melalui semua rute yang ditentukan oleh panitia, para peserta mendapatkan kupon undian yang diundi saat mencapai garis finish. Pada saat pengundian door prize, para peserta jalan santai nampak bersemangat penuh harap untuk mendapatkan berbagai hadiah yang disediakan panitia berupa mesin cuci, kulkas, tv LED dan sepeda sebagai hadiah utama dan ratusan hadiah lainnya sebagai hadiah hiburan.
Sementara itu upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 yang semestinya dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2016 namun karena  bertepatan dengan hari Minggu dimana ummat Kristiani yang ada di Bula sedang melaksanakan ibadah mingguannya ,akhirnya pihak panitia berinisiatif menunda pelaksanaan upacara pada hari Senin 4 Januari 2016 sebagai bentuk toleransi dalam kemajemukan.
Upacara dalam rangka Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 ini dikuti oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kantor Kemenag SBT dari unsur guru dan pegawai struktural serta para siswa madrasah dari tingkat ibtidaiyah sampai Aliyah yang ada di Bula. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Pejabat Bupati SBT, Bapak Hendrik Far Far SH. MH. Dalam sambutannya, Pejabat Bupati SBT yang membacakan amanat Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin menyampaikan bahwa seluruh keluarga besar Kementerian Agama harus bisa mensyukuri dan  memaknai  perjalanan  tujuh  puluh  tahun kementerian ini, dengan menjaga dan memelihara warisan para pendahulu serta mengembangkannya dalam menjawab tantangan kontemporer. Sebagai institusi yang membawa nama “agama”, orientasi kerja sebagai pejabat dan aparatur Kementerian  Agama  haruslah  mencerminkan kemuliaan agama. Para pejabat dan aparatur Kementerian Agama di manapun harus bisa menjadi teladan dan contoh tentang kejujuran, sikap amanah, karakter dan perilaku baik di tengah masyarakat, di mana antara kata dan perbuatan haruslah sejalan.Upacara HAB Kementerian Agama ke-70 juga dimeriahkan oleh penampilan memukau Marching Band Madrasah Aliyah Negeri Bula yang dikomandoi oleh Ibu Siti Muthia Khouw M.Sc. Setelah upacara Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 dilanjutkan dengan acara ramah tamah sekaligus pemberian santunan terhadap 103 anak yatim dari berbagai jenjang pendidikan madrasah yang ada di Bula. Ada sesuatu yang unik pada acara ramah tamah ini, hal ini terjadi saat Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot menganugerahkan penghargaan kepada pegawai kantor Kemenag SBT atas nama Ismail Kelderak S.HI yang hari ulang tahunnya yang ke-58 bersamaan dengan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama  yakni tanggal 3 Januari. Acara pemberian penghargaan ini bertambah semakin haru karena tahun ini pula pegawai yang bersangkutan akan memasuki masa pensiunnya setelah sekian lama mengabdi pada Kementerian Agama. Selamat kawan, pengabdianmu tak kan sia-sia di sisi Allah Yang Maha Esa. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Jalan Santai Kerukunan Umat Beragama Meriahkan HAB di SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/hab-kemenag-ri-ke-70-di-sbt-dimeriahkan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)