#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Upaya Reformasi Mental Pegawai Kemenag SBT Di Awal 2016

Rabu, 06 Januari 2016


BULA (Kemenagsbt.top)-Sebagai langkah awal kerja di awal tahun 2016, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur Drs. H. Ismail Rumfot melaksanakan Pembinaan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang melibatkan semua Kepala Seksi/Penyelenggara dan staf yang ada di lingkup Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur serta pegawai dan guru dari KUA dan Madrasah yang ada di Bula.

Dalam rapat ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur Drs. H. Ismail Rumfot mengevaluasi kinerja para pegawai dan guru pada tahun 2015. Beliau mengharapkan semua pihak bisa meningkatkan kinerjanya di tahun 2016 ini. “Motto Bersih Melayani yang menjadi motto saat Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-70 kemarin hendaknya betul betul diterapkan dalam kerja pelayanan kita kepada masyarakat” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga , Kepala Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur memberikan penghargaan kepada beberapa pegawai berprestasi yang menunjukkan kinerja terbaiknya di tahun 2015. Para pegawai berprestasi tersebut adalah ;
  1. Zaidul Fahmit Bahalwan SE. yang menangani aplikasi EMIS di Seksi Pendidikan Islam
  2. Khoirunnisa Pane SE. yang menangani E-PUPNS bersama Fatimah Kelimagun S.HI
  3. Ikbal Kella S.HI yang menangani aplikasi EmPA di perencanaan bersama Aisyah Alhamid SE
  4. Malik Ibrahim Zakaria SE dan Juwantoro S.Kom yang menangani SAI dan BMN di Keuangan
  5. Serta Bapak Drs. H. Madjis Mudjid (Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah) sebagai pembuat laporan kinerja teladan 2015


SELAMAT MENGAWALI MASA KERJA 2016….!!

SEMOGA SEMAKIN MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK MASYARAKAT
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Upaya Reformasi Mental Pegawai Kemenag SBT Di Awal 2016
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/pembinaan-asn-kantor-kementerian-agama.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

1 komentar:

Agen Herbal Jakarta mengatakan...

terimakasih artikelnya sangat kreatif dan inovatif untuk memberikan informasi kepada masyarakat daerah dan indonesia, semangat

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)