#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Penyerahan Dipa Tahun 2016 : Langkah di Tahun 2016 Dimulai

Kamis, 07 Januari 2016

BULA (Kemenagsbt.top)-Mengawali kinerja ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur tahun anggaran 2016, Kepala Kemenag Drs. H. Ismail Rumfot menyerahkan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) Tahun 2016 kepada para Kepala Seksi/penyelenggara di lingkup Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur pada Rabu siang (6/1/2016) di ruang kerjanya. Penyerahan DIPA ini mengisyaratkan awal dimulainya kerja pelaksanaan program masing masing seksi/penyelenggara pada tahun 2016. Mengingat DIPA merupakan acuan utama dari pelaksanaan setiap kegiatan,
Kepala Kemenag SBT mengharapkan semua kepala seksi/penyelenggara serta Kepala Sub Bagian Tata Usaha bisa menyusun jadwal pelaksanaan program kegiatannya dengan baik dan sistematis sehingga penyerapan anggaran di tahun 2016 bisa dilakukan secara maksimal.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kemenag SBT juga mengutip pesan Menteri Agama Lukman Hakin Syaifudin tentang empat hal yang harus diperhatikan oleh para Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan para pelaksana program. 
Pertama, pelajari dan telaah kembali DIPA yang ada dengan cermat, agar realisasinya benar-benar sesuai harapan dan tujuan, serta fokus pada pencapaian kinerja yang ditetapkan.
Kedua, cek ulang detail program, kegiatan, dan anggaran. Cermati program yang benar dan tidak benar. Program yang tidak efektif dan memboroskan keuangan Negara agar direvisi.
Ketiga, selesaikan catatan dalam DIPA untuk memastikan program  bisa   dilaksanakan mulai Januari 2016. Jangan mengulang pengalaman, di mana pelaksanaan program menumpuk pada akhir tahun.
Keempat,  fokus pada kegiatan prioritas dalam rangka mencapai visi dan misi Presiden serta tugas dan fungsi Kemenag.  Optimalkan pemanfaatan anggaran, terutama yang memiliki nilai tambah besar dan dampak langsung pada masyarakat, seperti pembiayaan pendidikan, bantuan sarana ibadah, pelayanan keagamaan, serta pemeliharaan kerukunan umat beragama, dan penyelenggaraan haji.

Dalam acara penyerahan DIPA tersebut, Kepala Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot juga menegaskan kepada seluruh kepala seksi/penyelenggara untuk menyelesaikan semua laporan kegiatan dan keuangan tahun 2015. Setelah penyerahan DIPA 2016, diharapkan para kepala seksi/penyelenggara segera melaksanakan rapat internal bersama staf masing-masing untuk menyusun jadwal pelaksanaan program di tahun 2016. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Penyerahan Dipa Tahun 2016 : Langkah di Tahun 2016 Dimulai
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/penyerahan-dipa-tahun-2016-di-kemenag.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)