#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Rapat Perdana Ibu DWP Tahun 2016

Selasa, 12 Januari 2016

BULA (Kemenagsbt.top)-Sebagai isteri seorang PNS (baca ASN) kemanapun dapat menjadi penyeimbang dalam rangka suami melakukan budaya kerja tersebut, ikut menjadi motivator, selain sebagai seorang isteri pendamping suami, juga mempunyai peran seorang ibu yang mendidik anak-anak supaya berhasil dan berpotensi menjadi anak yang sholeh, sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Itulah kalimat yang diungkap oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kantor Kemenag SBT Ny. Hj. Sukinem Rumfot dalam rapat perdana bersama ibu-ibu anggota dharma wanita pada hari Selasa (12/1/2016) di Aula Kantor Kemenag SBT.

Dalam rapat perdana ini, Ny. Hj Sukinem Rumfot menegaskan peran aktif para anggota dharma wanita dalam setiap pertemuan bulanan yang telah diagendakan secara rutin. Pada kesempatan itu pula disampaikan penggantian Sekretaris Dharma Wanita Persatuan Kantor Kemenag SBT yang lama yaitu Ny. Erningsih SE digantikan oleh Ny. Wa Ode Siti Ramlah SE MH yang baru kembali bertugas di Kantor Kemenag SBT setelah sebelumnya melanjutkan study S2 di Makassar.
Saat dimintai komentarnya tentang pertemuan perdana ini, Kepala Kantor Kementerian Agama SBT Drs. H. Ismail Rumfot selaku Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag SBT menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada pengurus dan anggota DWP yang selama ini aktif mengikuti pertemuan dan kegiatan. Menurutnya Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan salah satu ujung tombak dalam mengimplementasikan program pemerintah. Menurut Kepala Kemenag, pertemuan Dharma Wanita Persatuan memiliki arti penting karena anggota jadi tahu bagaimana tugas yang selama ini dilakukan oleh suami, dan hal apa yang harus dilakukan oleh isteri dari seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau yang diistilahkan sekarang ASN (Aparatur Sipil Negara).(mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Rapat Perdana Ibu DWP Tahun 2016
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/rapat-perdana-anggota-dharma-wanita.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)