#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Mahasiswa STAIS Seram Timur Berorasi di Kantor Kemenag SBT

Jumat, 15 Januari 2016
BULA (Kemenagsbt.top)-Sejumlah mahasiswa STAIS (Sekolah Tinggi Agama Islam) Seram Timur kampus "B" Bula pada Jumat pagi (15/1/2016) melakukan orasi di depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur. Dalam orasi yang cukup menyita perhatian para pengguna jalan di sekitar kantor kemenag SBT tersebut, para mahasiswa menuntut pihak kemenag SBT dalam hal ini Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot untuk  mengklarifikasi masalah SK Mutasi yang diterima oleh Pengelola STAIS Seram Timur Ismail Rumwokas S.Ag yang nota benenya adalah Pegawai Negeri Sipil (baca ASN) pada Kantor Kemenag SBT.
Dalam orasi yang dikawal ketat pihak kepolisian ini, para mahasiswa memaksa untuk bisa berjumpa dengan Kepala Kantor Kemenag SBT. Namun berhubung Bapak Drs. H. Ismail Rumfot sedang dinas luar ke Kota Ambon dalam rangka konsultasi dengan pihak Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, akhirnya para mahasiswa ditemui oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag SBT Moksen Mahu S.Ag. Dalam penjelasannya di hadapan mahasiswa, Kepala Sub Bagian TU menyampaikan bahwa masalah SK Mutasi yang dipermasalahkan oleh mahasiswa sedang dikonsultasikan dengan pihak Kanwil Maluku oleh pimpinan Kemenag SBT. Moksen Mahu S.Ag juga mengharapkan para mahasiswa untuk bisa bersabar sambil menunggu hasil konsultasi di Ambon. Sampai berita ini diturunkan, para mahasiswa STAIS tetap bersikukuh untuk  menunggu kedatangan Kepala Kemenag SBT dan mendengarkan langsung klarifikasi masalah SK Mutasi saudara Ismail Rumwokas S.Ag dari wilayah SBT ke MTB.
Setelah menyampaikan tuntutannya , akhirnya para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib mengingat waktu pelaksanaan sholat jumat pada saat yang sama telah tiba. (hms)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Mahasiswa STAIS Seram Timur Berorasi di Kantor Kemenag SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/01/mahasiswa-stais-seram-timur-berorasi-di.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)