#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

APEL PAGI PERDANA ASN KANTOR KEMENAG SBT DI AWAL FEBRUARI 2016

Senin, 01 Februari 2016
Bula (Kemenagsbt.top)- Sebagai langkah awal untuk memulai aktivitas pelayanan masyarakat pada Kantor Kemenag SBT di bulan Februari 2016 ini, Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot menyampaikan arahan mingguan terhadap jajaran ASN Kantor Kemenag SBT pada apel pagi tadi pagi (Senin,1/2/2016).


Dalam arahannya , Drs. H. Ismail Rumfot mengingatkan para pegawai Kantor Kemenag SBT untuk lebih meningkatkan disiplin diri dan kinerjanya. Apalagi beberapa hari yang lalu , para pegawai telah mendapat pembinaan langsung dari Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Zain Firdaus Kaisupy. Kepala Kemenag SBT juga mengharapkan apel mingguan ini harus selalu dilakukan sebagai wujud tindak lanjut dari surat edaran dari Kepala Kanwil Kemenag Propinsi Maluku.

Apel pagi ini diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Kemenag SBT beserta seluruh Kepala Seksi dan Penyelenggara serta Kepala Sub Bagian Tata Usaha Moksen Mahu S.Ag.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Jumat pagi (29/1/2016) Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku , Drs.H. Zain Firdaus Kaisupy dalam kunjungan kerjanya di SBT memberikan arahan dan pembinaan dihadapan para pegawai (baca ASN) Kantor Kemenag SBT yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag SBT. Dalam pembinaan pegawai tersebut, Kabag TUKanwil Kemenag Maluku menyampaikan hasil evaluasi kinerja berdasar kajian terhadap dokumen absensi pegawai Kantor Kemenag SBT kemarin. Pada kesempatan itu pula Drs.H. Zain Firdaus Kaisupy mengingatkan para pegawai untuk mengubah paradigma mereka dalam memahami tugas dan fungsi sebagai PNS (baca ASN) karena saat ini penilaian pegawai sudah berbasis kinerja. “Para pegawai harus bersyukur karena tunjangan kinerja di tahun 2016 ini sudah mengalami kenaikan sesuai Peraturan Presiden 154 2015, untuk itu para pegawai kemenag harus semakin meningkatkan disiplin diri dan kinerjanya “ tegas Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku.

Dalam pertemuanyang juga dihadiri oleh para Kepala Madrasah dari tingkat Ibtidaiyah sampai Aliyah serta Kepala KUA ini, Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku juga menyayangkan pemberitaan yang ada di media terkait dengan mutasi pegawai dalam lingkup Kementerian Agama. Beliau mengingatkan para pegawai akan janji dan sumpah pegawai disaat diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil. “Bukankah kita telah menandatangani pernyataan bahwa kita siap untuk ditempatkan dimanapun di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi konsekwensi menjadi PNS harus siap untuk menjalani pernyataan yang kita buat” ungkap Drs.H. Zain Firdaus Kaisupy.

Dalam kunjungan kerja perdananya di Kantor Kemenag SBT pada  awal tahun 2016 ini Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku , Drs.H. Zain Firdaus Kaisupy yang didampingi Kepala Kantor Kemenag SBT, Drs. H. Ismail Rumfot menyampaikan pesan khusus kepada para calon ASN dari lulusan K II baik yang ditempatkan sebagai tenaga administrasi atau guru untuk meningkatkan disiplin diri dan kinerjanya. “Silahkan jalankan tugas dan fungsi kalian sesuai dengan SK yang telah diterima. Saat ini kalian masih dalam pantauan penilaian untuk dievaluasi kembali sampai nantinya mengikuti prajabatan dan mendapat SK penuh 100 % sebagai Aparatur Sipil Negara”  tambah Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku ini. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: APEL PAGI PERDANA ASN KANTOR KEMENAG SBT DI AWAL FEBRUARI 2016
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/02/apel-pagi-perdana-di-awal-februari-2016.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)