#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

MoU Dinas Dukcapil dan Kantor Kemenag SBT tentang Pemanfaatan KTP-E

Rabu, 03 Februari 2016
Bula(Kemenagsbt.top)-Guna memperluas jangkauan manfaat data kependudukan dan KTP Elektronik (KTP-El),Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)  Kabupaten Seram Bagian Timur menandatangani perjanjian kerjasama dengan Kantor Kementerian Agama SBT pada Rabu (3/2/2016). Penandatanganan MoU dua intansi ditandatangani langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil ,Sidik Rumalowak S.Pd. MMP dan Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot serta disaksikan langsung oleh Asisten III Pemerintah Daerah Kabupaten SBT, Ny. Erna Rumata SE dan para Kepala SKPD.
"Database kependudukan, NIK, dan KTP-El sangat efektif untuk dijadikan dasar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta sebagai alat validasi data," kata Kepala Dinas Dukcapil SBT Sidik Rumalowak S.Pd. MMP di sela-sela penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan database kependudukan, NIK, dan KTP-El dengan pihak kantor Kemenag SBT di Gedung Serba Guna Dinas Kesehatan SBT.
Sidik Rumalowak mengatakan, perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerjasama Istbat Nikah antara Pengadilan Agama Masohi , Kantor Kemenag SBT dan Dinas Dukcapil SBT beberapa waktu yang lalu. Perjanjian kerjasama seperti ini juga masih akan dilanjutkan oleh pihak pihak lain yang terkait dengan masalah kepedudukan.
"Dengan adanya perjanjian kerjasama ini memberikan gambaran bahwa pengguna data kependudukan berkomitmen memanfaatkan KTP Elektronik dan database kependudukan berbasiskan NIK dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan publik ke depan," tutur Sidik.
Sementara, Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot mengatakan, melalui kerjasama dengan Dinas Dukcapil  ini maka verifikasi data keummatan seperti peristiwa nikah dan pelayanan haji akan lebih mudah dilakukan. Selain itu, dengan database kependudukan berbasis NIK ini maka duplikasi data atau data ganda akan berkurang.

"Jadi ,dalam pengurusan apapun serta dimanapun datanya sama dan lebih valid," ujar Kepala Kemenag SBT. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: MoU Dinas Dukcapil dan Kantor Kemenag SBT tentang Pemanfaatan KTP-E
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/02/mou-tentang-pemanfaatan-nik-data.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)