#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Pendis Akan Data Ulang Kebutuhan Ruang Kelas Madrasah Seluruh Indonesia

Jumat, 26 Februari 2016
Bekasi (Pinmas) —- Perbaikan kondisi ruang kelas madrasah menjadi salah satu fokus Direktorat Jenderal Pendidikan Islam di tahun 2016. Skema anggaran untuk memperbaiki kondisi gedung madrasah yang tidak layak pun disiapkan. Guna mendukung itu, Ditjen Pendis meminta data teranyar kepada seluruh Kepala Bidang Madrasah/Pendis Kantor Wilayah Provinsi seluruh Indonesia.
Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, data terbaru kebutuhan renovasi ruang kelas madrasah harus segera disiapkan. “Dalam waktu dekat ini (harus ada). Data tersebut  ditunggu Badan Perencanaan Nasional (Bappenas-red),” katanya di Bekasi, Rabu (24/02) kemarin.
Dalam hitugan kasar, paling tidak dibutuhkan sekira 1,5 triliun pertahun untuk memperbaiki kondisi gedung serta sarana madrasah yang tidak layak. Anggaran sebesar itu dibutuhkan dengan target sampai  akhir pemerintahan Presiden Jokowi-JK di tahun 2019, seluruh kondisi gedung madrasah dapat diperbaiki. “Jika tidak, maka pemerintahan Jokowi-JK akan mandeg dalam memajukan Pendidikan Islam,” ujarnya di hadapan para Kabid Madrasah seluruh Indonesia.
Untuk itu, Dirjen Pendis meminta kepada seluruh Kabid dapat membuat exercise secara komprehensif dan mendalam sesuai kondisi di lapangan. “Kita buat perencanaan, redesain sarana prasarana di madrasah, ini bisa dilakukan para Kabid dan Kasi di daerah. Misalnya Provinsi Aceh, selain data riil jumlah madrasah, juga berapa kebutuhan ruang kelas barunya. Ini saya butuhkan dalam waktu dekat,” tukas Guru besar UIN Alauddin Makasar ini.
Sebelumnya, Dirjen menceritakan bahwa saat bertemu salah satu Deputi di Bappenas, dirinya menjelaskan bahwa pembangunan gedung madrasah selama ini berjalan lamban. Semua ini persoalannya berada di pendanaan yang skema pembiayaan tidak pernah berubah. Gayung bersambut, pihak Bappenas meminta agar Pendis segera mendata ulang seluruh kebutuhan yang dibutuhkan dalam memperbaikin sarana dan gedung madrasah yang rusak. (shola/mkd/mkd)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Pendis Akan Data Ulang Kebutuhan Ruang Kelas Madrasah Seluruh Indonesia
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/02/pendis-akan-data-ulang-kebutuhan-ruang.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)