#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kegiatan Penguatan Manajemen dan Pelayanan Madrasah di SBT Bersama Seksi Pendis

Rabu, 02 Maret 2016
Bula- Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama SBT,Seksi Pendidikan Islam melaksanakan kegiatan Pembinaan Penguatan Manajemen dan Pelayanan Program Pendidikan Islam Pada Madrasah di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur dengan diikuti para kepala madrasah dari tingkat ibtidaiyah sampa Aliyah pada Selasa awal Maret 2016 kemarin. Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama SBT Drs. H. Ismail Rumfot menyampaikan pentingnya penguatan kembali pengetahuan dan keterampilan para pendidik di madrasah khususnya para kepala madrasah dalam mengelola lembaga yang dipimpinnya. Penguatan ini mutlak diperlukan mengingat perkembangan informasi dan perubahan regulasi terus berlangsung secara dinamis. “Saya harapkan bapak-ibu para peserta betul-betul serius mengikuti rangkaian materi dalam kegiatan ini khususnya tentang masalah pengelolaan dana BOS yang selama ini pelaporannya masih kurang sesuai dengan juknis yang ada” tegas Kepala Kemenag SBT. Dalam pembukaan kegiatan seksi pendis ini juga dilakukan penandatangan Fakta Integritas oleh seluruh kepala madrasah serta kepala Seksi Pendis Kantor Kemenag SBT Usman Suin S.Ag. Penandatangan Fakta Integritas ini sebagai bentuk komitmen para kepla madrasah untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya di satker masing-masing dengan penuh dedikasi dan tanggungjawab.
Sesaat setelah pembukaan kegiatan, kepala Kemenag SBT langsung mengisi sesi pertama sebagai pemateri masalah Pengelolaan Dana BOS dan Tata Persuratan Madrasah sesuai KMA No 8 tahun 2016 yang baru terbit. Sebagaimana dimaklumi bahwa pengelolaan dana BOS harus sesuai dengan juknis yang ada sehingga dalam realiasasi penggunaannya serta pelaporannya tidak melanggar aturan yang ada. Hal tersebut dikupas tuntas oleh Drs. H. Ismail Rumfot dalam paparannya yang disimak dengan serius oleh para peserta.
Sesuai dengan juknis penggunaan dana bos harus sesuai dengan item item yang telah ditentukan diantaranya pengembangan perpustakaan, kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, kegiatan pembelajaran dan ekstra kurilkuler, kegiatan ulangan dan ujian, pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan madrasah, pembayaran honorarium bulanan non PNS, pengembangan profesi guru, membantu siswa miskin, biaya pengelolaan BOS, pembelian perangkat computer, serta biaya lain jika seluruh kompenen sebelumnya terpenuhi.
Begitu juga disisi lain terdapat beberapa larangan penggunaan dana BOS diantaranya disimpan dengan maksud dibungakan,dipinjamkan ke pihak lain, membeli LKS,membeli software/perangkat lunak,membiayai kegiatan yang bukan prioritas, membayar bonus/transport rutin, membeli pakaian yang bukan untuk inventaris kecuali siswa miskin, rehab gedung yang rusak sedang/berat, membangun gedung baru, membeli bahan yangg tidak mendukung kegiatan,dipakai simpan pinjam, membiaya kegiatan yang dibiayai APBN/PBD serta kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan operasional madrasah.

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Zaidul Fahmit Bahalwan SE ketika dikonfirmasi tentang tujuan kegiatan ini menjelaskan bahwa agenda kegiatan penguatan ini merupakan agenda tahunan sebagai realisasi dari apa yang tertuang dalam RKA-KL Seksi Pendis Kantor Kemenag SBT. “Harapan kami, para pimpinan satker madrasah baik negeri ataupun swasta bias lebih profesional serta meningkatkan kinerjanya demi majunya dunia pendidikan khususnya madrasah madrasah yang ada di SBT di masa yang akan datang” harap pegawai energik yang biasa disapa Pak Fahmi ini.. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kegiatan Penguatan Manajemen dan Pelayanan Madrasah di SBT Bersama Seksi Pendis
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/03/kegiatan-penguatan-manajemen-dan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)