#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kasi Bimas Hindu SBT Menghadiri Peresmian Pura Tri Puja Karma di Desa Waetina Buru

Kamis, 14 April 2016
Waetina Buru 19/2/2016, Rombongan Pembimas Hindu Provinsi Maluku yang terdiri dari PHDI Pusat, Romo Rsi Hasto Darmo asal Sidoarjo Jawa Timur, Ka.Penyelenggara Bimas Hindu Kabupaten SBT Bapak Herwanto S.Sos.H, WHDI Provinsi Maluku, Peradah Provinsi Maluku tiba di Pulau Buru tepatnya di Desa Waetina, Kecamatan Waelata Kabupaten Buru. PHDI Pusat yang di wakili oleh Bapak Dewo Ketut Suratnya sekaligus sebagai wakil Pemred Majalah Media Hindu, Romo Rsi dan Pembimas Hindu Provinsi Maluku bertujuan akan memimpin upacara Melaspas Pura, yaitu peresmian secara Hindu Pura Tri Puja Karma di Desa Waetina.
Tanggal 20/2/2016, pagi hari Pembimas Hindu memimpin upacara Hari Raya Kuningan di Pura Tri Puja Karma dan di hadiri oleh umat Hindu sekabupaten Buru, dan di sore hari dilaksanakan upacara pengentas-entas (Upacara untuk Roh Leluhur) di pimpin oleh Romo Rsi bertempat di depan halaman Pura, kemudian malam harinya dilaksanakan diskusi atau dharma Tula dengan umat Hindu dan tokoh adat di dalam Pura Tri Puja Karma.
Kemudian pada tanggal 21/2/2016 pagi hari dilaksanakan upacara pecaruan yaitu upacara untuk para Buta Kala, supaya sang Buta tidak menggangu jalanya upacara Pamelaspas. Tepat siang hari upacara Pamelaspas dilaksanakan di dalam PuraTri Puja Karma dan berjalan sesuai rencana.
Pada tanggal 22/2/2016, rombongan Pembimas Hindu bertolak meninggalkan dataran waeapo dilanjutkan ke daerah Buru Bagian Barat, tepatnya di kecamatan Air Buaya untuk mengunjungi umat Hindu asli Suku Buru. Pada kesempatan itu juga Pembimas Hindu memberikan bantuan berupa Buku-buku agama Hindu, Ikat Kepala, Aungkara, dan gambar-gambar para Dewa. Acara selanjutnya yaitu ramah tamah kemudian berkunjung ke tempat-tempat rumah ibadah umat Hindu suku Buru. Dan di hari berikutnya rombongan kembali ke kota Kabupaten Buru (Namlea), selanjutnya sore harinya rombongan kecuali Ka.Penyelenggara Bimas Hindu SBT melanjutkan perjalanan ke Ambon dengan menggunakan transportasi kapal laut.

Pada saat bersamaan PHDI Buru meminta Ka.Penyelenggara Bimas Hindu SBT Bapak Herwanto S.Sos.H, untuk sementara tinggal di Buru guna memberikan Dharma Wacana (Ceramah) di beberapa Pura terkait hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938.(laporan kasi_bimashinduSBT)





)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kasi Bimas Hindu SBT Menghadiri Peresmian Pura Tri Puja Karma di Desa Waetina Buru
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/04/peresmian-hindu-pura-tri-puja-karma-di.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)