#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Pernikahan Masal Ummat Hindu Di SBT

Kamis, 21 April 2016

Waiketam Baru-Bula, 16/04/2016- Untuk yang kedua kalinya pelaksanaan pencatatan perkawinan massal umat Hindu di Kabupaten seram Bagian Timur, bertempat di wantilan Pura Wana Giri Desa Waiketam Baru, Kecamatan Bula Barat. Acara di awali dengan penyambutan Bupati Seram Bagian Timur yang di wakili oleh Asisten satu Sekda Kabupaten Seram Bagian Timur Bapak Moksen Ohorella MM. Acara penyambutan di Gapura dengan mengikatkan kain (Bali: slenteng) di pingggang Bapak Bupati dan Kepala Dinas Capil SBT Sidik Rumalowak MMP dan di iringi oleh gamelan Bleganjur Bali, selanjutnya setelah bapak Bupati duduk di tampilkan tari penyambutan yaitu tari Panjembrama.Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan pertama oleh Camat Bula Barat, lalu oleh Ka.Penyelenggara Bimas Hindu Kabupaten SBT, Bimas Hindu Bapak Herwanto S.Sos.H. Dalam sambutanya beliau menyampaikan banyak terimakasih kepada Pemda Kabupaten SBT dalam hal ini melalui Dinas Catatan Sipil bisa melaksanakan kegiatan pencatatan perkawinan umat Hindu secara massal untuk kali kedua. Dan beliau berharap kepada 57 pasutri yang ikut dalam acara ini untuk mengikuti arahan dan petunjuk dengan sungguh-sunguh mengingat tujuan perkawinan menurut agama Hindu ialah untuk membina keluarga yang sukinah bawantu dan melahirkan generasi penerus yang suputra merupakan suatu perintah agama yang dimuliakan. Ka. Penyelenggara Bimas Hindu mengharap dukungan Pemerintah Daerah supaya kegiatan tidak sampai disini saja. Sebab di kemudian hari pasti anak-anak masyarakat Hindu bakal melaksanakan perkawinan, oleh sebab itu beliau berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan di tahun-tahun berikutnya.

            Acara Inti yaitu pelaksanaan perkawinan atau mengucap janji suci (Ikrar) masing-masing pasutri dan di pandu langsung oleh Kepala Dinas Catatan Sipil. Selanjutnya penandatanganan berita acara perkawinan oleh perwakilan pasutri, saksi-saksi, oleh Kepala Desa Waiketam Baru dan Kepala Desa Waimata Kabu, wali hakim oleh Ka. Penyelenggara Bimas Hindu dan Ibu.


            Yang keempat yaitu arahan sekaligus memberikan hikmah perkawinan oleh Bupati Seram Bagian Timur, beliau berpesan supaya pasutri bisa membina keluarga yang baik dan rukun demi mewujudkan cita-cita keluarga dan bangsa pada umumnya. Dan melalui momen ini beliau menyampaikan supaya masyarakat yang berada di Kecamatan Bula Barat khusunya di Waiketam Baru, tidak mau mendengar lagi ada istilah simpatisan Susgo maupun Mufakat, beliau berharap untuk hidup rukun dan bersatu padu untuk membangun daerah Kabupaten Seram Bagian Timur yaitu Negeri Ita Wotu Nusa. Terakhir doa dan dilanjutkan makan siang di isi tarian hiburan dari anak-anak Pasraman Widya Dharma Sastra.(her)










TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Pernikahan Masal Ummat Hindu Di SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/04/pernikahan-masal-ummat-hindu-di-sbt.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)