#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Tes Rekrutmen Petugas Haji 2016 di SBT Diikuti 15 Peserta

Rabu, 27 April 2016
Bula,KemenagSBT- Sesuai agenda Kementerian Agama RI, dalam hal ini Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada hari ini dilaksanakan Tes Calon Petugas Haji secara serentak di seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Begitu juga di Kantor Kemenag SBT, rekrutmen Petugas Haji ini dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag SBT pada hari Rabu (27/4) yang diikuti sebanyak 15 peserta yang terdiri dari para ASNdan Kepala Seksi yang telah lolos seleksi administrasi.
Rekrutmen petugas haji ini dilaksanakan berdasarkan surat Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah nomor DJ/Dt.VII.I/2/HJ.02/1858/2016 tanggal 6 April 2016 tentang penyiapan Calon Petugas yang Menyertai Jemaah Haji (Petugas Kloter) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1437 H /2016 M serta surat Kanwil Kemenag Provinsi Maluku nomor Kw.25.02/I/HJ.00/785/2016 tentang Tes Rekrutmen Petugas Haji Musim Haji 1437 H / 2016 M.
Beberapa hari sebelumnya pihak Seksi Penyelenggaran Haji dan Umrah Kantor Kemenag SBT telah melakukan seleksi administrasi para peserta tes untuk mengklasifikasi kategori petugas haji pilihan peserta diantaranya adalah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI).
Tes Rekrutmen Petugas Haji ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot yang ditandai dengan pembukaan sampul soal dihadapan para peserta. Dalam arahannya Kepala Kemenag mengharapkan para peserta hendaknya bisa mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya dan sejujur jujurnya. Kepala Kemenag SBT juga mengintruksikan pihak panitia untuk melarang para peserta tes untuk membawa alat komunikasi dan buku/modul masalah haji ke dalam ruangan tes. ,”Semua ini sebagai bentuk pendidikan kejujuran pada diri kita semua “ ungkap Ishak Kelrey SE , Ketua Panitia Rekrutmen Petugas Haji Kantor Kemenag SBT.
Salah seorang peserta tes , Munirul Mukmin yang biasa disapa Pak Min ketika ditemui sesaat setelah pelaksanaan tes mengungkapan bahwa bentuk soal tes kali berbeda dengan sebelumnya. ,”Kali ini bentuknya multiple choice,hal ini memberi kesempatan kepada peserta untuk berfikir walau kadang ada beberapa soal “jebakan” yang membuat kita ragu untuk memilihnya. Secara umum, pelaksanaan tes kali ini jauh lebih baik. Kita berharap dan berdoa kepada Allah Ta’ala agar ada peserta dari SBT yang bisa lolos ke tahap berikutnya untuk menjadi Petugas Haji Tahun 2016. Dan satu hal lagi yng tak kalah pentingnya adalah hendaknya rekrutmen ini benar benar dilakukan secara transparan dan objektif berdasar hasil tes yang ada, bahkan kalau bisa hasilnya bisa diumumkan secara online sebagai bahan evaluasi kemampuan peserta dalam menjawab soal” imbuhnya dengan penuh harap. (supran/humas)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Tes Rekrutmen Petugas Haji 2016 di SBT Diikuti 15 Peserta
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/04/tes-rekrutmen-petugas-haji-2016-di-sbt.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)