#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Apel Pagi Para ASN Kemenag SBT di Awal Usbu'

Senin, 25 April 2016
Bula KemenagSBT- Apel pagi sebagai sarana membangun komitmen dan disiplin pegawai. Komitmen dan Disiplin Pegawai merupakan salah satu unsur suksesnya sebuah organisasi. Kantor kementerian Agama Kab. Seram Bagian Timur, menyadari pentingnya 2 aspek tersebut sehingga mulai awal telah menempatkan komitmen dan disiplin pegawai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter pegawai.
Untuk mengimplementasikan komitmen dan disiplin pegawai tersebut, Kantor Kementerian Agama SBT menerapkan langkah dengan melakukan apel pagi setiap hari Senin (awal usbu') yang melibatkan seluruh elemen yang ada mulai dari Kepala Kantor, Kasubag, Kasi sampai Pegawai (ASN)
Dalam kegiatan Apel Pagi, yang diutamakan adalah kedisiplinan mengikuti apel dan komitmen untuk selalu secara bersama membaca, memahami dan menerapkan VISIMISI dan Kode etik Kementerian Agama. Disamping itu, kesempatan apel pagi juga dimanfaatkan oleh Pejabat untuk sharing informasi perkembangan Kegiatan, mengingatkan kembali tujuan Kementerian Agama dan memberikan arahan-arahan yang diperlukan dan bersifat motivasional kepada seluruh elemen yang ada di Kementerian Agama.
Kegiatan ini dirasakan cukup efektif, terbukti adanya peningkatan disiplin pegawai tidak hanya terkait jam masuk dan pulang kerja saja tetapi juga disiplin dalam penyelesaian pekerjaan dan target-target yang menjadi tanggung jawabnya tanpa mengeluhkan jam kerja yang dijalani.
Pada kesempatan apel pagi ini Senin(25/4), Kepala Kantor kementerian Agama SBT , Drs. H. Ismail Rumfot menegaskan pentingnya makna apel pagi. “ marilah kita ikuti kegiatan apel pagi ini dengan serius, sebagai bentuk loyalitas kita selaku aparatur sipil negara. Jangan hanya sekedar rutinitas saja dan membaca kode etik, tapi kode etik tersebut kita terapkan dalam keseharian kita yang bekerja di Kementerian Agama, kode  etik ini telah dicanangkan semenjak 14 September 2001 dengan KMA no. 421 Tahun 2001 ” tambahnya. Kepala Kemenag juga menegaskan kembali kepada seluruh pegawai tentang target dan realisasi dari SKP yang dibuat oleh setiap pegawai kementerian sebagai ikatan kontrak kinerja selama setahun harus betul betul dicapai secara maksimal. 
Sementara sesaat setelah apel pagi Kasubag Tata Usaha, Moksen Mahu S.Ag menambahkan ” kita dikantor kementerian Agama SBT selain memahami kode etik juga harus menerapkan 5 budaya kerja yakni : Integritas, Profesional, inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan.(humas)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Apel Pagi Para ASN Kemenag SBT di Awal Usbu'
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/04/apel-pagi-para-asn-kemenag-sbt-di-awal.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)