#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Aula Kantor Kemenag SBT Disulap Jadi Musholla Selama Ramadhan

Selasa, 07 Juni 2016
Bula-KemenagSBT, Marhaban Ya Ramadhan. Bulan suci bagi ummat Islam kembali menyapa dengan segala keutamaan yang ada di dalamnya. Maka untuk menciptakan suasana ramadhan penuh nuansa religi tanpa harus meninggalkan tugas dan kewajiban harian sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama, maka ASN Kantor Kemenag SBT yang beragama Islam diwajibkan untuk mendirikan sholat Dhuhur berjamaah di Aula Kantor yang disulap menjadi musholla selama ramadhan ini.
Langkah ini diambil sebagai penyesuaian dengan jam kerja ASN selama ramadhan yang diedarkan oleh Kementerian Agama RI merujuk Surat Edaran Menteri Pendayagunaaan Aparatur Negara dan Reformasi sehingga saat sholat Dhuhur tiba  (saat jam istirahat siang yang hanya 30 menit) para ASN tidak perlu lagi ke Masjid yang jaraknya 2-3 km dari kantor.
Pada sholat Dhuhur di Aula Kemenag SBT yang dimulai hari ini Selasa (7/6), paraASN Muslim Kantor Kemenag SBT juga mendapatkan siraman rohani oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot. Dalam ulasan kultumnya Pak Haji (biasa disapa oleh para pegawai) memaparkan tentang tipe tipe manusia dalam menyikapi datangnya ramadhan dan juga menjelaskan bahwasanya puasa ini tidak hanya puasa perut saja akan tetapi segala indera kita harus juga mampu kita puasakan (kendalikan). 
Kegiatan siraman rohani setelah sholat dhuhur berjamaah di Aula Kantor Kemenag SBT selama ramadhan ini diagendakan diisi secara bergilir oleh para ASN tanpa terkecuali sebagai bagian dari saling tawashi yakni saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran sebagaimana diajarkan oleh Allah Ta’ala dalam Al Qur’an surat Al Ashr ayat 3. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Aula Kantor Kemenag SBT Disulap Jadi Musholla Selama Ramadhan
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/aula-kantor-kemenag-sbt-disulap-jadi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)