#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Haji Sudah Dekat, Ini Pesan Menag Kepada Kakanwil dan Kabid Haji Kemenag Provinsi

Kamis, 23 Juni 2016
Jakarta (Pinmas) – Waktu penyelenggaraan haji sudah di depan mata, di mana Kloter pertama berangkat tanggal 9 Agustus 2016, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin minta kepada seluruh Kepala Kanwil Kementerian Agama untuk mempersiapkan betul segala sesuatu terkait dengan haji. Seluruh asrama haji di semua provnsi, semua embarkasi harus betul-betul siap,  petugas-petugas, paspor-paspor jamaah, visa dan lain sebagainya.
“Saya ingin seluruh Kakanwil harus betul-betul memberikan prioritas utama terkait dengan haji ini, haji adalah tugas nasional di mana pemerintah bertanggungjawab dan Kementerian Agama menjadi tulang punggung, dan tentu bersama dengan Kemenkes, Kemenhub, dan Kemenlu serta lembaga lain dalam mensukseskan penyelenggaraan haji ini,” tegas Menag.
Kepada Kakanwil dan Kabid Haji, Menag kembali menegaskan untuk betul-betul menguasai hal ihwal perhajian kita. 
“Saudara-saudara di provinsi masing-masing adalah narasumber yang utama bahkan pertama, karena saudara adalah kepala kanwil Kemenag di provinsi di mana saudara bertugas, dan kepala bidang haji adalah orang yang paling mengetahui dan bertanggungjawab terkait urusan haji. Oleh karenanya, kuasai betul seluruh hal ihwal haji tahun ini karena ada perubahan-perubahan dalam penyelenggaraan haji tahun ini,” tandas Menag.
Lalu apa perubahan dan modifikasi haji tahun ini, Menag memberi gambaran dan contoh salah satunya adalah aplikasi Haji Pintar Generasi Kedua yang diluncurkan pada kesempatan qurah pemondokan. Dikatakan Menag, di banding tahun lalu, Haji Pintar Generasi Kedua ini ada perubahan (improvement) yang tentu harus dikuasi betul, bagiamana cara mengakses haji pintar itu.
“Kita harus familiar (dengan aplikasi Haji Pintar baru ini), jadi jangan ada lagi kakanwil atau apalagi kabid Haji yang tidak bisa membuka aplikasi haji pintar ini,” ujar Menag yang minta kepada Dirjen PHU kalau perlu ada tes.
Selain itu, dalam arahannya Menag kembali menekankan agar setelah diketahui hasil qurah dari pemondokan jamaah haji provinsi masing-masing, maka khusus kepada kepala bidang haji untuk mampu menjelaskan kepada calon jamaah haji kita di mana lokasi hotel, bagaimana cara mencapainya dari dan menuju masjidil haram dan seterusnya. (dm/dm).
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Haji Sudah Dekat, Ini Pesan Menag Kepada Kakanwil dan Kabid Haji Kemenag Provinsi
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/haji-sudah-dekat-ini-pesan-menag-kepada.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)