#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Peringatan Nuzulul Quran, Kemenag SBT Hadirkan Ustad Abdurrahman Tuanaya Lc.

Rabu, 22 Juni 2016
Bula-KemenagSBT, Ramadhan selalu identik dengan Al Qur’an Al Karim karena memang kenyataannya pada bulan mulia inilah Al Qur’an diturunkan, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah 185 (yang artinya): “ Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) “.
Untuk mempertegas kembali kecintaan ummat Islam pada Kitab Sucinya, maka Kantor Kementerian Agama Kab. SBT bekerjasama dengan Pemerintah Daerah SBT serta MUI SBT menyelenggarakan Malam Peringatan Nuzulul Qur’an yang ditempatkan di Masjid Al Hijrah Negeri Administratif Tansi Ambon Kecamatan Bula Selasa malam (21/6) ba’da sholat Tarawih. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati SBT Fachri H. AlKatiri Lc. dan Para Kepala SKPD ini menghadirkan seorang da’i asal Ambon yang sedang naik daun yakni Ustad Abdurrahman Tuanaya Lc.
Acara ini semakin terasa menyentuh kalbu para hadirin , saat dilantunkannya Ayat-ayat Suci Al Quran oleh dua Qori’ dan Qoriah asal SBT yang pernah menjadi Juara Nasional MTQ 2010 dan Juara Nasional Tingkat Mahasiswa 2011 yakni H. Aziz Rumalowak S.Pd dan Maia Siambolamo . Duet dua Qori-qoriah terbaik ini mampu membuat suasana di dalam masjid menjadi hening seketika seolah olah para hadirin terhanyut dalam kekhusyuan penuh penghayatan terhadat ayat demi ayat yang ditilawahkan oleh mereka berdua.
Sementara itu dalam ceramah hikmah nuzulul quran, Ustad Tuanaya mengibaratkan Al Quran sebagai kompas dalam kehidupan manusia. “Jika seorang pelaut tidak mau tersesat ia harus berpedoman pada kompas sebagai penentu arah kemana dia akan berlayar. Begitu juga dengan ummat Islam harus kembali kepada Al Quran sebagai way of life , pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan”. Ada yang menarik dari pola dakwah Ustad Tuanaya ini adalah kolaborasi tausiyahnya dengan alunan merdu kelompok dzikir yang dipimpinnya.
Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot saat diminta komentarnya tentang acara semalam mengatakan bahwa saat ini kecintaan kita kepada Al quran sudah mulai terkikis oleh perubahan zaman. “Saatnya momentum Ramadhan dijadikan momentum untuk memperbaiki dan meningkatkan interaksi kita dengan Al Qur’an. Bukankah ukuran kebaikan seseorang tergantung dengan tingkat interaksinya dengan Al-Qur’an seperti yang dinyatakan dalam hadits Ibnu Mas’ud, “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”. Mempelajari dan mengajarkan disini tidak terbatas dalam konteks bacaan, tetapi lebih dari itu: mempelajari dan mengajarkan nilai dan ajaran Al-Qur’an secara utuh dan menyeluruh. Bahkan posisi dan kedudukan seseorang di dalam surga juga terkait erat dengan tingkat hubungannya dengan Al Quran.” (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Peringatan Nuzulul Quran, Kemenag SBT Hadirkan Ustad Abdurrahman Tuanaya Lc.
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/peringatan-nuzulul-quran-kemenag-sbt.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)