#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Menag: Penyatuan Kalender Hijriyah Beri Manfaat Besar Bagi Umat

Senin, 20 Juni 2016
Jakarta (Pinmas) – Penyatuan kalender hijriyah akan memberikan manfaat besar bagi umat dari segala aspek. Pada aspek sosiologis misalnya akan memperkuat persatuan umat Islam di segala penjuru. Pada aspek Iptek, upaya ini akan menjadi sarana mengelaborasi ilmu falak dan fikih serta teknologi bidang astronomi dan telekomunikasi.
“Penyatuan kalender hijriyah atau sebutlah Kalender Islam sebenarnya tidak sulit, asalkan ada kemauan untuk bersatu dan menyamakan persepsi,” terang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang tampil sebagai Keynote Speech Seminar Nasional Kalender Hijriyah Global  di Kampus Uhamka Pasar Rebo Jakarta, Jumat, (17/6).
Selain Rektor Uhamka Suyatno, tampak hadir dalam acara tersebut Direktur Urais Kementerian Agama Muhammad Thamrind, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, Islamic Science Research Network UHAMKA Tono Saksono dan  Kakanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Abdurrahman.
Mengutip Ketua LAPAN Dr Thomas Djamaludin, Menag mengatakan, ada tiga syarat untuk menjadikan Kalender Islam sebagai perhitungan waktu yang mapan dan dapat diterapkan secara nasional, regional maupun global. Pertama, ada otoritas tunggal yang menjaga sistem kalender. Kedua, adanya kriteria yang disepakati. Ketiga, ada batas wilayah yang jelas. 
“Marilah segera menemukan kesepakatan yang maslahat. Kita harus berpandangan kedepan agar tidak hanya karena satu hal, yakni urusan rukyat dan hisab saja, agama dipandang sebagai beban kemajuan zaman,”  kata Menag yang juga berharap proses yang sudah berjalan hampir 20 tahun ini tidak semakin panjang.
Dikatakan Menag, sejak dua dekade silam, Kementerian Agama menaruh perhatian serius terhadap penyatuan standar dan kriteria penetapan awal bulan Qamariyah. Pada tanggal 24 Maret 1998 di Bogor, digelar musyawarah ulama, ahli hisab dan ormas Islam tentang kriteria Imkanur-rukyat. Pada tahun 2007 diselenggarakan dua kali dialog antar Nahdalatul Ulama dan Muhammadiyah yang berujung komitmen terhadap upaya penyatuan kalender hijriyah. 
Atas penyelenggaraan seminar ini, Menag mengapresiasi UHAMKA yang telah menginisiasi seminar nasional dengan tema  penyatuan kalender Islam, kalender global ini. Menurutnya, ini adalah  suatu yang sangat penting dan tema yang sangat relevan, tidak hanya umat Islam Indonesia tetapi umat Islam dunia.
“Karena untuk menentukan kapan 1 Ramadhan, kapan 1 Syawal dan Dzulhijjah itu, sangat memerlukan cara kita bagaimana menentukan itu semua,” ujar Menag.
“Kita terus berupaya untuk menyamakan persepsi, karena itu juga tentu apa yang juga dilakukan oleh civitas akademika, oleh dunia akademisi ini yang didukung oleh pemerintah ini juga perlu didukung juga oleh ormas – ormas islam semua, tokoh-tokoh agama kita, kita memiliki cara pandang yang sama dalam menentukan kapan awal Ramadhan, 1 Syawal,”  imbuh Menag. (ba/dm/dm).

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Menag: Penyatuan Kalender Hijriyah Beri Manfaat Besar Bagi Umat
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/menag-penyatuan-kalender-hijriyah-beri.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)