#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kemenag Gandeng BPS untuk Penyediaan Data dan Informasi

Rabu, 22 Juni 2016
Jakarta (Pinmas) – Kementerian Agama menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk penyediaan data dan informasi statistik bidang agama. Upaya tersebut dituangkan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama dan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Penyediaan, Pemanfaatan data dan Informasi Statistik Bidang Agama serta Pengembangan Kerja Sama Kelembagaan. Penandatanganan MoU di lakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala BPS Suryamindi Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Senin (20/6). 
Sekjen Kemenag Nur Syam dalam sambutan pengantarnya menyampaikan, bahwa MoU ini dinilai strategis dalam rangka pengembangan pendataan khususnya di Kementerian Agama. kerjasama ini sesungguhnya sudah lama dilakukan terutama dalam survei pelayanan haji, yang sudah dilakukan 5 tahun ini dengan hasil yang mamadai atau memuaskan. 
“Kita meyakini, data yang dihasilkan BPS adalah data yang valid, BPS adalah lembaga yang memiliki otoritas bagi penyelenggaraan suveri-survei ini. Hasil survei BPS tetap menjadi andalan untuk penyediaan data terutama yang terkait dengan aktivitas dan kegiatan di Kementerian Agama,” ujar Sekjen.
Menurut Sekjen, sudah banyak survei yang dilakukan di antaranya oleh Kemenpan RB, Komisi Pemberantasan Korupsi dan Ombudsman, tapi survei itu terkait dengan hal-hal pelayanan umum yang dilakukan oleh semua Kementerian/Lembaga. 
“Oleh karena itu, maksud MoU ini terutama agar ada survei survei bercorak khusus dan itu menggambarkan tentang Kemenag, misalnya survei tentang madrasah, pesantren,KUA dan survei lain yang merupakan ciri khas Kemenag. Kerjasama ini memiliki makna strategis ke depan dalam kerangka membangun ke dataan yang akurat tentang apa dan bagaimana Kemenag ini,” kata Sekjen. 
Dikatakannya, sejauh ini penyebab salah satu yang sering dikeluhkan orang, tentang Kemenag ini adalah persoalan data. Karenanya, tandas Sekjen, MoU dengan BPS ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi Kemenag untuk “memvalidasikan” data di Kemenag.
“Mudah-mudahan melalui kerja sama ini akan terbangun  pendataan bagus di masa mendatang. Kami berharap dengan MoU ini menjadi pintu masuk bagi Kemenag dalam kerangka untuk  updating data terkait program-program yang kita lakukan,” ucap Sekjen.
Sementara itu Kepala BPS Suryamin berharap, melalui kerjasama ini dapat membantu Kementerian Agama dalam mewujudkan visinya, dan secara resiprokal BPS juga dapat mewujudkan visinya. 
“Saya bersyukur dan sangat lega, bahwa kerjasama antara Kemenag dan BPS yang sudah berjalan dengan harmonis mulai tahun 2010 dalam pelaksanaan Survei kepuasan Jamaah Haji  Indonesia, akhirnya kerjasama tersebut dapat dijalin secara resmi melalui penandatanganan nota kesepahamahan ini,” ujar Suryamin. (dm/dm).
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kemenag Gandeng BPS untuk Penyediaan Data dan Informasi
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/kemenag-gandeng-bps-untuk-penyediaan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)