#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

MERIAHKAN RAMADHAN, ASN KEMENAG SBT GALANG WAKAF QUR’AN

Kamis, 16 Juni 2016
Bula-KemenagSBT, Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan oleh orang beriman dalam bulan suci Ramadhan ini akan mendapatkan ganjaran yang pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah Ta’ala. Itulah sepenggal kata penyemangat yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag SBT pada Kultum ba’da dhuhur di Aula Kemenag SBT yang disulap menjadi mushola selama ramadhan ini. Menindaklanjuti hal tersebut, para ASN Kemenag SBT berinisiatif untuk mengadakan program Wakaf Quran yang nantinya akan disalurkan di masjid masjid/TPA/TPQ sekitar Bula khusunya di desa desa muallaf. Gerakan Wakaf Quran yang dimotori oleh saudara Malik Ibrahim Zakaria SE ini sebenarnya telah dimulai sejak awal Ramadhan lewat penyebaran brosur brosur dan pamflet yang berisikan seruan kepada kaum muslimin yang ada di Kota Bula dan sekitarnya untuk menyisihkan sebagian rejekinya di jalan Allah melalui program Wakaf Quran.  
“Program mulia ini Insya Allah berpahala sepanjang masa, selama Al Qur’an yang disumbangkan ke masjid nantinya terus dibaca oleh kaum muslimin. Untuk itu saya mewakili teman-teman mengharapkan kepada kaum muslimin, para muhsinin untuk bisa berpartisipasi aktif dalam program ini dengan cara memilih salah satu cara yakni pertama langsung membeli sendiri mushaf Qur’annya kemudian diserahkan kepada kami atau cara kedua dengan mendonasikan dananya sebesar Rp 50.000,- per satu mushaf kemudian kami yang akan membelikan mushaf tersebut “, ungkap Malik Ibrahim yang biasa disapa Baim ini.
Sampai berita ini diturunkan , Alhamdulillah telah terkumpul 80 mushaf Al Qur’an dan donasi Rp 1.750.000,- (yang juga akan dibelikan mushaf). Sasaran Wakaf Qur’an ini adalah masjid masjid/TPA/TPQ di daerah muallaf yakni Salas, Solang dan Dawang yang masih minim sarana dan prasarana ibadah serta bimbingan dari para da’i. (mukmin) 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: MERIAHKAN RAMADHAN, ASN KEMENAG SBT GALANG WAKAF QUR’AN
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/meriahkan-ramadhan-asn-kemenag-sbt.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Semoga menjadi amalan bagi kita di bulan ramadhan

kemenagsbt mengatakan...

Aamiin...smoga malukumenulis.com makin produktif dan sukses juga

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)