#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Turki: Ulama Islam Sepakat Satukan Kalender Hijriyah Internasional

Rabu, 01 Juni 2016
Senin 30 Mei 2016, sebanyak 60 negara di seluruh dunia sepakat menyatukan kalender Hijriyah dalam Konferensi Internasional Penyatuan Kalender Hijriyah yang digelar di ibukota Turki, Istanbul.
Dalam keterangan Ketua Departemen Agama Turki, Muhammad Gormaz, mengatakan, “Penyatuan kalender hijriyah di seluruh dunia berdasarkan ilmu falak dan perkiraan hilal. Akan tetapi ini semua tidak akan melupakan ruyat hilal, dan kami berharap seluruh umat Islam di dunia dapat memulai puasa di tanggal yang bersamaan.”
Ratusan ahli falak dan astronom dari 60 negara ikut ambil bagian dalam konferensi internasional yang diselenggarakan sejak hari Sabtu (28/05) akhi pekan kemarin dibawah naungan Departemen Keagamaan Turki dan Dewan Pemantau Bulan Uni Emirat Arab.
“Setelah perdebatan panjang melelahkan dan pemungutan suara secara tertutup, akhirnya para ahli falak, ulama dan astronom sepakat untuk penyatuan kalender hijriyah umat Islam. Dan saya mengucapkan selamat atas hasil kerja keras ini,” ujar Muhammad Gormaz dalam konferensi pers kepada wartawan.
Muhammad Gormaz melanjutkan, “Kami akui masih terdapat perbedaan dengan sejumlah negara terkait penyatuan ini, terlebih mereka ingin mencoba membuktikan penampakan bulan dengan cara mereka sendiri. Akan tetapi itu semua tidak membuat kita harus terpecah belah.”
Sementara itu dalam sambutan Presiden Ulama Muslim Internasional, Sheikh Yusuf al-Qaradawi, menyambut baik hasil kesepakatan ini dan menyebut umat Islam di seluruh dunia sangat menantikan kesepakatan-kesepakatan seperti ini.
Rencananya hasil Konferensi Internasional Penyatuan Kalender Hijriyah akan dibawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk dibawa dalam rapat Organisasi Kerjasama Islam agar dapat segera ditetapkan di negara-negara Islam.
sumber : eramuslim.com
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Turki: Ulama Islam Sepakat Satukan Kalender Hijriyah Internasional
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/06/turki-ulama-islam-sepakat-satukan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)