#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea

Kamis, 25 Agustus 2016
Daejon Korea,- Prestasi Siswa-siswi Maadrasah tidak  boleh lagi dianggap enteng. Paradigma lama bahwa anak madrasah adalah anak-anak yang hanya berprestasi di bidang keagamaan, kini berubah. Mereka juga menguasai bidang teknologi, salah satunya adalah robotic. Bahkan beberapa dari mereka sdh mulai unjuk gigi di kancah internasional.
Tahun 2014 beberapa siswa menjuarai kompetisi robotic tingkat internasional di Malaysia di event IISRO ( International  Islamic  Robot Olympiad ). Tahun berikutnya lagi-lagi mereka menyabet beberpa medali di tingkat Asia pada Event AJR (Asian Junior Robocup) 2015.
Kini, ditingkat Internasional pun Indonesia melalui anak Madrasah lagi-lagi mengukir prestasi gemilang pada lomba IYRC (International Youth Robotic Competition) yang diselenggarakan dari tanggal 11 – 14 Agustus, di Daejon-Korea dan dikuti oleh 17 negara diantaranya Amerika, Australia, Israel, china dll.
Adalah Daffa Maheswara Wiryawan, siswa  kelas X MIPA 3, MAN 4 Pondok Pinang Jakarta. Pada kompetisi IYRC di Korea ini dia menyabet Juara 1 untuk kategori Coding Mission dan Juara 3 untuk kategori Robot Kreative. Debutnya dimulai saat anak ini menjadi siswa MTSN 1 Tangsel.  Kemenangan demi kemenangan diraihnya mulai dari tingkat nasional maupun internasional.
Beberapa  prestasinya pada tingkat nasional antara lain: Juara 1 Maze Solving di KOmpetisi Robot Indonesia yang diselenggarakan oleh RACER, Juara 1 Extrim Maze Solving di Kontes Robot Nasional yang diselenggarakan oleh KEMENRISTEKDIKTI, Juara 1 Line Tracer di The Indonesia Robot Cup yg diselenggarakan oleh ROCI, Juara 1 Robot Underwater di Indonesia School Robot Olympiad.
Sementara prestasi di tingkat internasional: Medali Emas kategori Line Tracer dan  medali perunggu  kategori Aerial di Internasional Islamic School Robot Olympiad,  Malaysia,  Medali Emas kategori Aerial dan Medali perak kategori Maze Solving di Asian Junior Robocup, Malaysia dan terakhir, ditahun ini mendekati HUT republic Indonesia  menyabet juara 1 kategori Coding Mission dan juara 3 kategori Robot Creative di International Youth Robot Competition, Daejon – Korea.(repost by mukmin)
sumber : voa_islam
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Anak Madrasah Indonesia Mengalahkan Israel dan Amerika dalam kompetisi Robot di Korea
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/anak-madrasah-indonesia-mengalahkan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)