#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

38 Calon Jamaah Haji Asal SBT Bertolak Menuju Ambon Dengan Trigana Air

Senin, 22 Agustus 2016
Bula,- Wakil Bupati Seram Bagian Timur Fahri Husni AlKatiri Lc.  secara resmi melepas 38 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk bertolak menuju Ambon pada hari Minggu (21/8) kemarin di pelataran Masjid Agung Bula. Dalam sambutannya Fahri mengingatkan  para CJH untuk menjaga kemurnian niat di hati masing-masing jamaah dalam menjalankan rukun Islam yang kelima ini. Karena kesucian niat merupakan kunci utama penilaian setiap ibadah kita di sisi Allah Ta’ala. “Perlu saya ingatkan kepada kita semua khususnya para calan jamaah haji hendaknya memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala di dalam Al Qur’an terkait ibadah haji. Paling tidak ada tiga hal yang harus selalu diingat yakni jangan melakukan rafats (berkata keji), fusuq (berbuat dosa), dan al jidal (saling berbantah bantahan). Nah ketiga hal tersebut merupakan larangan langsung dari Allah Ta’ala. Jadi kesabaran bapak ibu calon jamaah haji akan senantiasa teruji. Untuk itu hilangkan rasa ego pada diri, status sosial yang melengket selama ini hendaknya ditanggalkan, karena dalam ibadah haji semua status sama di hadapan Allah Ta’ala. Jika ada permasalahan pelayanan, kesehatan ataupun masalah lainnya, hendaknya disampaikan kepada petugas haji yang ada. Jagalah kekompakan antar jamaah, jauhi sikap “baku melawan” karena itu adalah makna dari al jidal tadi ” pesan wakil bupati SBT yang biasa dipanggil ustad Fahri ini.
Sebelumnya Kepala Kantor Kementerian Agama SBT Drs. H. Ismail Rumfot dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Seram Bagian Timur yang telah menfasilitasi perjalanan para calon jamaah haji setiap tahunnya sejak keberangkatan mereka dari Bula menuju Ambon sampai di Embarkasi Ujung Pandang begitu pula saat kembalinya nanti, sehingga tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh para calon jamaah haji diluar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) itu sendiri. Kepala Kemenag SBT juga menghimbau kepada para calon jamaah untuk menjaga kondisi fisiknya mengingat suhu di Arab Saudi saat pelaksanaan ibadah haji tahun 2016 ini diperkirakan mencapai 50 derajat celcius. ,”Oleh sebab itu saya mngingatkan sesuai anjuran tim medis yang pernah memberikan materi pada pembekalan kemarin, hendaknya para calon jamaah haji banyak mengkonsumsi air minum untuk menjaga kebugaran tubuh dan terhindar dari dehidrasi” tambahnya.
Sementara itu ketua panitia acara pelepasan ke-38 CJH asal SBT H. Sagaf Kelrey S.Ag dalam laporannya menjelaskan bahwa pihak Pemda SBT sepenuhnya memfasilitasi keberangkatan dan akomodasi para calon jamaah haji sampai Embarkasi Ujung Pandang dan tahun ini mereka akan diterbangkan ke Ambon melalui bandara Kufar dengan pesawat Trigana Air yang telah resmi beroperasi dengan rute Ambon-Kufar PP. Sagaf yang juga menjabat Kepala Bagian Kesra Pemda SBT ini menambahkan bahwa semua persyaratan administrasi para jamaah termasuk di dalamnya visa dan buku kesehatan telah rampung semuanya, sehingga para jamaah lebih fokus kepada pelaksanaan ibadahnya. Sagaf juga menambahkan bahwa dari 38 calon jamaah haji ini terdapat satu Jemaah usia termuda yakni 32 tahun dan satu jamaah yang paling tinggi usianya yakni 86 tahun. “Kami juga mengharapkan kerjasama yang baik antara pihak Pemda SBT dalam hal ini Bagian Kesra dengan Kantor Kementerian Agama SBT semakin ditingkatkan sehingga bentuk pelayanan kepada para calon jamaah haji semakin baik dan prima dari tahun-tahun sebelumnya” tambahnya.

Sesaat setelah pelepasan, iring iringan panjang para calon jamaah beserta pengantarnya nampak memenuhi ruas jalan dari Bula menuju Bandara Kufar yang berjarak 50 km lalu take off dengan pesawat Trigana Air menuju Bandara Pattimura Laha Ambon dan selanjutnya akan bersama dengan calon jamaah haji dari kabupaten/kota lainnya di Maluku akan menuju Embarkasi Ujung Pandang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Labbaika Allahumma labbaik. Selamat jalan. Semoga menjadi haji mabrur. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 38 Calon Jamaah Haji Asal SBT Bertolak Menuju Ambon Dengan Trigana Air
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/38-calon-jamaah-haji-asal-sbt-bertolak.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)