#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

PEMBINAAN DAN SILATURAHMI KAKANWIL DENGAN ASN KEMENAG SBT

Jumat, 09 September 2016
Ambon,Inmas - Peningkatan kualitas dan profesionalitas Aparatur Sipil Negera (ASN) di Kementerian Agama (Kemenag) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) merupakan bagian terpenting. ASN memiliki tanggung jawab utama memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, untuk itu dalam menjalankan perannya sebagai abdi negeri ASN Kemenag diwajibkan untuk berpegang pada tugas utama yang dilandasi lima budaya kerja kementerian agama. Demikian, disampaikan Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku, saat melakukan pembinaan ASN dan silaturrahmi di Kabupaten SBT, tepat di Aula Kankemenag SBT Kamis, 9 September.
Menurut Kakanwil pembinan ini merupakan salah satu upaya untuk terus meningkatkan pengabdian ASN Kemenag untuk melayani masyarakat di SBT. Eksisten Kemenag sebagai lembaga yang memiliki moto Iklas Beramal harus dijaga secara kolektif oleh selurh aparatur ASN. Sebagai abdi negara para abdi negara di lingkungan kemenag harus memberikan contoh yang positif bagi masyarakat. Selain menjiwai lima budaya kerja yakni integritas, profesonalitas, inovasi, tanggungjawab dan keteladanan. ASN di Kemenag SNY harus menanamkan dalam hati, rasa saling menolong, membantu, menyayangi, mengasihi dan membantu sesama abdi negara. Dan menghindari sifat negatif seperti menuduh, memfitnah dan merusak citra kementerian agama.
" Kita dituntu untuk mengabdi secara profesional melayani masyarakat dengan baik. Melalui kesempatan ini saya mengajak ASN yang ada di seluruh satuan kerja (Satker) SBT untuk merubah cara pandang, kita adalah pelayan tugas kita melayani. Tugas kita sebagai ASN Kemenag adalah memberikan layanan secara profesional bagi masyarakat," kata Kakanwil. Dijelaskan,tujuan dari pembinaan dapat memberikan pencerahan, semangat dan motivasi pada para pegawai agar selalu meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, meningkatkan profesionalisme dalam rangka membangun tata kelola yang baik, membangun kualitas pengabdian yang amanah, serta sebagai wahana silaturahmi antar ASN di lingkungan Kemenag SBT Sebagai seorang pegawai dalam melaksanakan tugas hendaklah dengan baik karena kesemuanya itu akan bernilai ibadah dan amal saleh di sisi Allah SWT, sama halnya dengan agama-agama yang lain pasti menganjurkan hal yang demikian.
Kakanwil mengatakan, ada tiga tugas utama ini harus ditanamkan dan diimplementasikan dalam tugas. yang pertama meningkatan pemahaman ajaran agama bagi setiap pemeluk agama harus dilakukan secara menyeluruh dan menyetuh seluruh lapisan masyarakat beragama. " Setiap pemeluk agama harus diberikan pemahaman oleh ASN, kualitas hidup masyarakat akan terbentuk bila meraka mampu memahmi dan mengamalkan ajaran agama yang diyakini, kita memiliki tanggung jawab untuk menanamkan ajaran agama kepada meraka, tuga ini harus ditanamkan oleh ASN Kemenag," kata Kakanwil.
Tugas Kedua ASN Kemenag lanjut Kakanwil adalah mendorong harmonisasi kerukunan umat beragama ditengah keberagaman kehidupan masyarakat. Pembangunan kerukunan umat di Maluku menjadi fokus pengembangan pemerintah provinsi Maluku dan Kemenag Maluku. Kemajuan pembangunan di daerah ditunjang oleh komitmen masyarakat secara kolektif untuk bersama-sama pemerintah mendukung perubahan di daerah ini. " Saat ini kita terus melakukan terobosan melalui berbagai program yang sasarannya untuk mebangun kerukunan umat beraagama di Provinsi Maluku, dan alhamdulillah hasilnya kini kita bisa rasakan, provinsi ini dinobatkan sebagai salah satu provinsi terbaik di Indonesia yang mampu mengembangkan pembangunan kerukunan umat beragama," jelas Kakanwil.
Kakanwil menjelaskan tuga yang ketiga adalah, ASN Kemenag Maluku diwajibkan untuk menyediakan layanan pendidikan agama dan keagamaan pada masing-masing Agama. Dalam mengimplementasikan tugas ini didijawab melalui program pada masing-masing bidang di Kemenag Maluku. " Ini merupakan tugas kolektif untuk itu setiap ASN khsusunya pada masing-masing dituntut melakukan terobosan baru melalui berbagai program dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan agama dan keagamaan pada masing-masing agama," jelas Kakanwil.
sumber :maluku.kemenag.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PEMBINAAN DAN SILATURAHMI KAKANWIL DENGAN ASN KEMENAG SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/09/pembinaan-dan-silaturahmi-kakanwil.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)