#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

SISWA BERPRESTASI DAN GURU MADRASAH DI SBT TERIMA BANTUAN

Jumat, 09 September 2016
Ambon, Inmas - Para siswa berpretasi di jejang pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) secara resmi menerima bantuan berpertasi, proses penyerahan dana yang diperuntuhkan untuk mambantu pendidikan siswa madrasah ini dilakukan secara resmi oleh Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, Fesal Musaad, di Aula Kankemenag SBT, Kamis, 9 September. Selian menyalurkan bantuan kepada Siswa, Kakanwil juga memberikan bantuan khusus kepada para guru madrasah pada tingkat MI, MTs dan MA di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Dalam sambutannya Kakanwil mengatakan pemerintah memeiliki komitmen membantu dan menjamin setiap warga negara untuk menikmati pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar. Program KIP memiliki sasaran mendanai seluruh siswa kurang beruntung di Indonesia termasuk di Maluku untuk menikmati pendidikan dan menekan angka putus sekolah. Penyaluran bantuan kepada ribuan siswa di Maluku ini, merupakan bukti dan komitmen pemerintah pusat untuk membantu pendidikan anak-anak di Maluku.
Secara keseluruhan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku ditahun ini mendapat jatah Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebanyak 3.105. Kartu ini nantinya dibagikan kepada siswa madrasah baik jenjang pendidikan MI, MTs dan MA yang masuk dalam kategori kurang mampu. KIP merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP) yang dicanangkan oleh Presiden RI J oko Widodo.
Salah satu faktor penentu mutu pendidikan berada pada tingkat ekonomi orang tua. Sehingga pembagian KIP menyongsong HUT RI ini sangat penting agar tidak ada lagi anak indonesia yang tidak bersekolah atau putus sekolah, Kartu ini kita bagikan agar anak-anak Indonesia terkhususnya lagi anak-anak di Maluku bisa bersekolah.
Dijelaskan 3.105 KIP ini nantinya dibagikan kepada siswa madrasah disetiap jenjang pendidikan. Untuk MI se Maluku dijatahi sebanyak 992 kartu dengan masing -masing siswa mendapat Rp 225 ribu persemester.Tingkat MTs sebanyak 1.130 kartu masing -masing siswa mendapat Rp 375 rinbu persemester, dan MA sebanyak 983 kartu , masing -masing mendapatkan Rp 500 ribupersemester Selain KIP pemerintah juga menyiapkan berbagai bentuk program bantuan yang sasaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. " Selian KIP ada juga BOS, keduanya memiliki tujuan yang sama, KIP membantu siswa kurang mampu sementara BOS dialokasikan untuk medorong kualitas peningkatan mutu dan menjain proses pendidikan di madrasah bisa berjalan secara efektif," jelas Kakanwil.
Diharapkan bantuan yang disalurkan ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan tepat sehingga target penyaluran KIP di madrasah akan tercapai. Implementasi dan penyaluran bantuan KIP bagi ribuan siswa ini telah sesuai dengan ketentuan. Melalui hasil pendataan ribuan siswa penerima KIP memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan yang dialokasi oleh pemerintah pusat. " Saya berharap anak-anak yang menerima bantuan ini, akan memanfaatkannya dengan baik memenuhi berbagai kebutuhan selama mengyam pendidikan di madrasah," harapnya
sumber :maluku.kemenag.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: SISWA BERPRESTASI DAN GURU MADRASAH DI SBT TERIMA BANTUAN
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/09/siswa-berprestasi-dan-guru-madrasah-di.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)