#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

AFI Tour Hadir Di Bula, Sahrul Gunawan : Usahakan Ke Baitullah Sebelum Ke Rahmatullah

Senin, 21 November 2016
Bula, Sebagai upaya memenuhi antusias masyarakat Muslim yang ada di Kabupaten Seram Bagian Timur untuk menunaikan ibadah haji atau umroh ke Baitullah, maka AFI Tour dibawah brand AFI Group membuka kantor mitra utamanya di Kota Bula.   Kegiatan yang dikemas dalam acara Grand Opening Kantor Mitra Utama AFI Tour ini berlangsung di Gedung Serba Guna Dinas Kesehatan SBT pada Sabtu kemarin (19/11) dan dihadiri langsung oleh CEO AFI Tour H. Sahrul Gunawan SE. M.Si. Kehadiran Sahrul Gunawan yang juga seorang publik figur artis ,presenter dan penyanyi menjadi maghnet tersendiri bagi masyarakat SBT untuk menghadiri kegiatan tersebut.
"Ini adalah pengalaman saya pertama menginjakkan kaki di tanah Maluku khususnya di Kota Bula. Saya sangat surprise dengan antusias masyarakat untuk bisa menunaikan ibadah umroh ataupun haji plus dibawah naungan AFI Tour" ucap pemeran utama sinetron 'Jin dan Jun" ini.
Disela-sela presentasinya tentang profil AFI Tour yang dipimpinnya, Sahrul Gunawan juga menghibur masyarakat SBT dengan beberapa lagu religi. Sahrul mengingatkan hadirin yang hadir bahwa ada tiga jenis panggilan Allah yang semestinya dan wajib untuk dipenuhi oleh seorang muslim.
"Tiga panggilan Allah tersebut yaitu pertama Panggilan Sholat (adzan) ini merupakan kewajiban bagi kita ummat Islam setiap harinya. Panggilan kedua adalah Panggilan Ke Baitullah..nah ini yang harus kita usahakan sebelum panggilan ketiga yakni Panggilan Ke Rahmatullah.....jadi bapak ibu mau pilih yang mana, ke Baitullah atau mau ke Rahmatullah duluan ?!" tanyanya yang serentak dijawab oleh hadirin dengan satu jawaban yakni ke Baitullah.
Kehadiran Kantor Mitra Utama AFI Tour di Bula diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi kaum muslimin yang ingin segera menunaikan ibadah umrah ataupun haji plus lebih cepat. Hal tersebut diaminkan oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag SBT Drs. H. Madjis Mudjid yang juga hadir dalam acara tersebut.
"Kami sangat menyambut baik hadirnya AFI Tour di SBT. Setelah saya pelajari profil dan legalitas perusahannya Pak Sahrul Gunawan ini. Saya yakin ini akan menjadi alternatif yang tepat bagi basudara yang ingin cepat ke Baitullah tanpa harus menunggu lama mengingat waiting list Calon Jamaah Haji di Kantor Kementerian Agama SBT saat ini sudah diatas 10 tahunan" ungkap Madjis Mudjid.
Dalam kesempatan itu pula pihak Kantor Mitra Utama AFI Tour yang dimanajeri oleh Ibu Nurhayati Palembang melakukan undian berhadiah bagi masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Door prize yang diundi langsung oleh Sahrul Gunawan ini berhadiah bebas biaya daftar menjadi peserta umrah dan tabungan umrah senilai 1 juta rupiah serta undian utama berupa umrah gratis dari pihak AFI Tour. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: AFI Tour Hadir Di Bula, Sahrul Gunawan : Usahakan Ke Baitullah Sebelum Ke Rahmatullah
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/11/afi-tour-hadir-di-bula-sahrul-gunawan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)