#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kepala Kantor Kemenag SBT : Disiplin Waktu Bukan Karena Finger Print

Jumat, 18 November 2016
Bula, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Seram Bagian Timur Drs H. Umar Rengifuryaan menyatakan bahwa kehadiran dan disiplin waktu para ASN Kantor Kemenag SBT hendaknya jangan terbentuk karena adanya finger print, akan tetapi lahir dari kesadaran diri dan menjadi karakter seorang ASN. hal tersebut disampaikan Kepala Kemenag SBT saat memberikan pembinaan dihadapan ASN Kantor Kemenag SBT pada Kamis kemarin (17/11) di Aula Kemenag SBT.
Dalam kesempatan itu juga , Drs. H. Umar Rengifuryaan menegaskan kepada para ASN hendaknya menjadikan moment tanggal 17 setiap bulannya dijadikan sebagai moment yang tepat untuk dilaksanakan pembinaan pegawai secara rutin. "Moment tanggal 17 ini , dengan berpakaian korpri lengkap kita bisa kumpul bareng setiap bulannya sambil saling mengingatkan dan mengevaluasi kinerja kita". Pertemuan yang dihadiri para pejabat eselon IV di lingkup Kemenag SBT ini merupakan pembinaan resmi perdana terhadap ASN Kantor Kemenag SBT oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Umar Rengifuryaan. Sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aru ini bertugas di Kabupaten yang bertajuk Bumi Ita Wotu Nusa menggantikan Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot yang saat ini bertugas di Kepulauan Aru.
Drs. H. Umar Rengifuryaan yang didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag SBT Moksen Mahu S.Ag juga mengingatkan para Kepala Madrasah yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dirinya dalam masalah manajeman madrasah. "Para Kepala Madrasah hendaknya harus banyak membaca dan mengikuti perkembangan madrasah-madrasah di luar yang telah maju, sehingga kita bisa "mencopy paste" methode mereka untuk direpkan disini tentunya tetap dengan beberapa penyesuaian dengan karakter anak didik di sini "ungkap Kepala Kemenag SBT.
Sementara itu Moksen Mahu S.Ag selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag SBT menyatakan akan mengagendakan pertemuan tiap tanggal 17 ini sebagai agenda rutin yang wajib diikuti oleh para ASN Kemenag SBT . "Lewat pembinaan rutin bulanan ini kita bisa sharing pendapat dan mengevaluasi kinerja kita satu bulan sebelumnya agar pelayanan kepada ummat yang ada di SBT bisa lebih ditingkatkan " ujarnya. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kepala Kantor Kemenag SBT : Disiplin Waktu Bukan Karena Finger Print
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/11/kepala-kantor-kemenag-sbt-disiplin.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)