#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kepala Kantor Kemenag SBT Melantik 16 Kepala Madrasah dan 2 Pejabat Eselon IV

Jumat, 11 November 2016
Bula, Mengawali masa tugasnya sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur Drs. H. Umar Rengifuryaan melakukan pelantikan para Kepala Madrasah serta pejabat eselon IV pada hari ini Jumat (11/11). Pelantikan 16 Kepala Madrasah serta 2 pejabat eselon IV yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag SBT dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : Kw. 25.01.02/505/2016  s/d Nomor : Kw. 25.01.02/523/2016 tanggal 13 Oktober 2016. Pelantikan yang berlangsung penuh hikmad ini dihadiri pula oleh pejabat eselon IV pada lingkup Kantor Kemenag SBT diantaranya Kasubag Tata Usaha Moksen Mahu S.Ag, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Drs. H. Madjis Mudjid Kepala Penyelenggara Bimas Kristen Fredrek Walaeruno, Bimas Katholik Justin D. Mallo S.Sos ,Bimas Hindu Herwanto S.Sos H. serta Kepala KUA Bula Anwar Tuhuteru S.Ag. Sesaat setelah prosesi pelantikan , Kepala Kantor Kemenag SBT dalam arahannya menyatakan bahwa rolling tugas dan mutasi pegawai adalah sesuatu yang lumrah terjadi pada setiap Pegawai Negeri Sipil (baca ASN). Justru amanah yang diberikan oleh negara  itu harus disikapi dengan bijak oleh setiap Kepala Madrasah dan pejabat yang dilantik. "Mulailah dengan merefresh niat kita. Jika niat kita dalam mengabdi pada masyarakat karena Allah Ta'ala, maka semuanya akan mudah untuk dilalui " pesan H. Umar Rengifuryaan sambil mengutip hadits Nabi tentang keutamaan niat.
Pada kesempatan itu juga Kepala Kantor Kemenag SBT mengingatkan semua ASN yang hadir dalam pelantikan tersebut akan pentingnya menjaga amanah yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. "Sebagaimana ayat yang dibacakan qori' tadi yakni surat Al Mukminun ayat 8, dimana salah satu indikator keberuntungan atau kesuksesan seseorang baik di dunia maupun di akhirat adalah kemampuan dia dalam menjaga amanah dan sumpah jabatannya" tambahnya.
Berikut ini adalah nama para Kepala Madrasah serta pejabat eselon IV di lingkup Kantor Kemenag SBT yang dilantik ;
1. Dra. Sitti Mutiah Khouw, M. Sc Sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Bula;
2. Hadidjah Wailisahalong Sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Bula;
3. Drs. Muhammad Djen Rumatumia Sebagai Kepala Madrasah Aliyah Negeri Bula;
4. Drs. Husen  Kastela Sebagai  Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Seram Timur;
5. Drs. Saripan Arey Sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah  Lkmd Lian Tasik;
6. Jamaludin Rumoga, S.Pdi Sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Amarsekaru;
7. Sahid Kelian, S. Pd Sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Qur’an Kwaos;
8. Fitria Asafah Rumain, A. Ma Sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Insan Kamil Nama;
9. Siti Sara Sohilauw Sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Kelurat;
10. Muhammad Rumakat, S. Pdi Sebagai Kepala  Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kilbat Kilmoy;
11. Najar Kilwouw, S. Pdi Sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Namalean Sekaru;
12. Abubakar Rumain, S. Pdi Sebagai Kepala Madrasa Aliyah Siritaun Suru;
13. Suryadi Kelian, S. Pd Sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Geser;
14. Yakuba Rumatumia, S. Pdi Sebagai Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kelaba;
15. Hasanudin Rumatiga, S. Ag Sebagai Kepala Kua Kec. Lianfitu
16. Misba Hatala, S. Pd. Sebagai Kepala Mis Liantasik
17. Mustafa Wahid, S. Pd Sebagai Kepala Madrash Ibtidaiyah Namalean Sekaru
18. Basri Rumatiga, S. Ag. Sebagai Kepala Seksi Penddikan Islam Kantor Kemenag SBT.

 Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Moksen Mahu S.Ag yang bertugas sebagai saksi dalam acara tersebut saat diminta keterangannya hanya memberikan pesan singkatnya sambil berujar "Mari kita abdikan diri untuk majukan negeri, ummat menanti bukti kinerja kita" (mukmin)

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kepala Kantor Kemenag SBT Melantik 16 Kepala Madrasah dan 2 Pejabat Eselon IV
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/11/kepala-kantor-kemenag-sbt-melantik-16.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)