#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

DEWAN KUNJUNGI KEMENAG MALUKU MINTA KENAIKAN KUOTA HAJI

Jumat, 27 Januari 2017
Ambon,Inmas - Kabar kenaikan kuota Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia mendapat respon dari masyarakat muslim di Provinsi Maluku. Pasca informasi kenaikan JCH Indonesia yang secara resmi disampaikan melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI kemarin, menarik perhatian sejumlah lembaga legeslatif di beberapa kabupaten dengan meminta kenaikan kuota haji pada masing-masing daerah.
" Sebagai lembaga yang dipercayakan untuk mengelola penyelenggaraan haji dan umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, menyambut dengan baik perhatian masyarakat melalui lembaga legeslatif yang meminta agar kuota haji di masing-masing wilayah dinaikan," ujar Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S.Pd,M.Pd. saat menerima tim Komisi C DPRD SBT di ruang kerjanya, Jumat, (27/1).


Menurut Kakanwil, sejumlah lembaga legeslatif diantaranya, DPRD Kabupaten Buru Selatan (Bursel) dan DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) telah menyambangi dan melakukan pertemuan dengan Kanwil Kemenag Maluku, mereka meminta agar jumlah jamaah Haji di masing-masing kota Kabupaten dinaikan. " Kemarin kami dikunjungi oleh Komisi B DPRD Bursel semnetara dihari ini Komisi C DPRD juga berkunjung ke Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, agendanya sama yaitu meminta kenaikan kuota JCH," tutur Kakanwil.

Kakanwil mengatakan, kanaikan jumlah JCH yang telah ditetapkan oleh Kemenag RI, tentu akan berpengaruh secara nasional terhadap kuota haji di seluruh provinsi termasuk Maluku. Namun hingga kini secara statis angka pasti kuota haji di masing-masing provinsi belum ditetapkan oleh Kemenag RI. Jumlah kuota bagi Maluku 710 jamaah, namun karena pemotongan 20 persen secara nasional membuat angka tersebut turun menjadi 569 jamaah. " Untuk provinsi Maluku, kita masih menunggu hasilanya. Yang jelas akan naik tapi secara statis belum ditetapkan. Bila keputusan kenaikan JCH Maluku telah direlis, maka akan diumumkan oleh Gubernur Maluku secara resmi," kata Kakanwil.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi C DPRD SBT, Arobi Kelian mengatakan, agenda utama adalah untuk meminta agar Kanwil Kemenag Maluku menaikan kuota haji SBT. Saat ini jumlah JCH Maluku 38 orang, sebelum pemotongan kuota 20 persen, jumlah jamaah haji di kabupaten berjuluk 'Ita Wotu Nusa' 48 jamaah. Setelah adanya kenaikan kota haji secara nasional, kami selaku lembaga yang memayungi kepentingan masyarakat meminta agar jumlah jamaah haji SBT dikembalikan ke status normal yakni 48 jamaah.

Dijalaskan saat ini, jumlah penduduk muslim di SBT 190.000 orang, sesuai rasio 1 berbanding 1000 maka seharunya jumlah JCH SBT sebanyak 190 orang. Namun melalui pertemuan ini pihakna telah mendapat penjelasan dari Kanwil Kemenag Maluku tentang rasionalisasi dan upaya Kanwil Kemenag Maluku dalam meningkatkan kuota haji di Maluku," Kami memahami usaha yang pihak kemenag di daerah ini dalam meminta kenaikan kuota haji, kami berharap SBT akan mendapat kuota haji lebih dari 48 orang, karena wilayah ini mayoritas dihuni oleh penduduk beragama Islam," harap Kelian.


Komisi C DPRD SBT, akan memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Salah satu cara yang dilakukan adalah mendorong pemerintah kabupaten SBT untuk memberikan subsidi dana dalam menunjang keberangkatan JCH SBT. " Peran Kemenag di SBT dalam penyelenggaraan Ibadah Haji cukup baik, kami tentu mendorong pemerintah daerah agar membantu melalui subsidi dana haji bagi jamaah calon haji," jelas Kelian. (ASA)

Turut hadir dalam kunjungan Komisi A DPRD SBT ini, Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Jamaludin Bugis, S.Ag, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Yamin, S.Ag, M.PdI, Kasubbag IK dan Humas Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, M.H. Jen Tepinalan, SHI, dan Kakankemenag SBT, Drs. Umar Reingfuryaan. (ZAM)
sumber : maluku.kemenag.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: DEWAN KUNJUNGI KEMENAG MALUKU MINTA KENAIKAN KUOTA HAJI
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/01/dewan-kunjungi-kemenag-maluku-minta.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)