#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

PELATIHAN JURNALISTIK HUMAS KEMENAG DI SMP NEGERI 1 BULA

Selasa, 24 Januari 2017
Bula _ Humas Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur bersama Humas SMP Negeri 1 Bula mengadakan Pelatihan Jurnalistik bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Bula di ruang Aula SMP pada Sabtu, 22 Januari 2017. Tampil sebagai narasumber Koordinator Humas Kemenag SBT, Bapak Moh Munirul Mukmin.
Siswa-siswi yang merupakan pengurus OSIS tersebut mendapatkan pemaparan terioritis sekaligus praktek oleh koordinator Humas Kemenag SBT. Dalam pemaparannya, Pak Mukmin menjelaskan tentang pentingnya menulis dan bagaimana bisa menulis dengan baik. Semuanya punya aturan dan kaidah. "Untuk sebuah berita, minimal terdapat 5W 1H, 'Who, what, where, when, why dan How'. Bila ke enam unsur itu sudah ada maka sebuah tulisan sudah layak disebut sebagai berita". Narasumber yang juga disapa Ustad ini menjelaskan bahwa menulis harus enjoy dan kapan saja bisa dilakukan. Apalagi di era sekarang yang serba canggih. Menulis menjadi hal yang lumrah dan disukai banyak orang. Mulai dari menulis status di FB sampai komentar ringan lainnya. "Trik menulis itu hanya ada 3, yaitu MENULIS, MENULIS dan MENULIS..!. Tulislah apa yang Anda pikirkan" demikian motivasi pak Mukmin.
Sementara koordinator Humas SMP Negeri 1 Bula, Ibu Nurhayati Suwakul, S.S, M.MP, mengatakan Pelatihan Jurnalistik ini untuk menumbuhkembangkan minat peserta didik dalam menulis setiap moment yang terjadi di sekitarnya. "Ini bagian dari cara mengasah kemampuan siswa dan menunjukkan bahwa setiap proses merupakan bagian dari belajar" tegas ibu guru yang juga mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah yang beralamat di Jalan Pendidikan, Bula.
Di bagian akhir, para siswa memulai sesi praktek membuat tulisan singkat sesuai arahan narasumber. Output dari kegiatan ini diharapkan mereka dapat mengembangkan kreatifitas menulis melalui media Mading, buletin dan juga blok pribadi. (Sp)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: PELATIHAN JURNALISTIK HUMAS KEMENAG DI SMP NEGERI 1 BULA
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/01/pelatihan-jurnalistik-humas-kemenag-di.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)