#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kasubag TU Kemenag SBT : Ciptakan Suasana Rileks Di Ruang Ujian !!

Senin, 10 April 2017
Bula, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur Moksen Mahu S.Ag didampingi Pengawas Muda Tingkat Dasar Kemenag SBT Alfian Pelu S.Pd.I M.Pd. membuka sampul Ujian Akhir Madrasah pada MIN 3 Seram Bagian Timur (sebelumnya bernama MIN Bula) pagi tadi Senin (10/4).

Dalam arahannya Kasubag TU Kemenag SBT mengharapkan soal-soal dalam ujian madrasah ini hendaknya dijadikan referensi persiapan bagi siswa dalam menghadapi ujian utama nantinya yakni Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional yang akan berlangsung pada bulan Mei mendatang.

Pada kesempatan itu pula, Moksen Mahu menghimbau kepada para pengawas ruangan ujian hendaknya bisa menciptakan suasana ruangan ujian  yang kondusif mengingat para peserta ujian masih dalam usia kanak-kanak.

"Para bapak ibu guru pengawas, hendaknya bisa menciptakan suasana ruangan yang rileks bagi peserta. Jangan ada kesan menegangkan dalam menjalani tes ini. Biarkan anak-anak kita mengeksplorasi kemampuan kognitifnya dari apa yang mereka pelajari" ungkap Kasubag TU Kemenag SBT tersebut.

Sementara itu sesaat setelah acara pembukaan ujian madrasah tersebut Kepala MIN 3 SBT, Hajijah Wailisahalong S.Ag menjelaskan bahwa peserta Ujian Madrasah pada MIN 3 SBT tahun pelajaran 2016/2017 ini diikuti oleh 40 peserta serta 1 orang peserta dari Madrasah Namalean Sekaru yang diikutkan di madrasah ini mengingat siswa tersebut sedang menjalani masa karantina untuk persiapan sebagai peserta Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat provinsi yang akan berlangsung di Kabupaten Buru Selatan dalam waktu dekat ini. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kasubag TU Kemenag SBT : Ciptakan Suasana Rileks Di Ruang Ujian !!
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/04/kasubag-tu-kemenag-sbt-ciptakan-suasana.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)