#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kakan Kemenag SBT Buka Sampul Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP)

Senin, 10 April 2017
Bula, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur, Drs. H. Umar Rengifuryaan didampingi Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) SBT Sudir Rumanama S.Pd , Senin (10/4), secara resmi membuka sampul naskah Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), bagi para peserta UN tingkat Madrasah Aliyah  dan sederajat di Madrasah Aliyah Negeri 2 Seram Bagian Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan di MAN 2 SBT (sebelumnya bernama MAN Bula) tersebut, diawali dengan  penyematan kartu tanda peserta UN bagi para peserta. “Bacalah dengan teliti setiap soal yang diberikan, dan kerjakanlah soal UN tersebut dengan baik,” ujar Kepala Kantor Kemenag SBT kepada para peserta UN.

Kepala Kemenag SBT juga berharap agar pelaksanaan kegiatan UN untuk tingkat aliyah di kabupaten SBT tahun ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, serta para peserta UN dapat meraih hasil yang terbaik. “Semoga para peserta UN dapat meraih hasil yang terbaik, sehingga nantinya bisa membanggakan orang tua dan daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala MAN 2 SBT Drs. Djen Rumatumia menjelaskan bahwa peserta ujian nasional kali ini sebanyak 73 peserta yang terbagi atas 28 peserta program IPA dan 45 peserta dari program IPS.

Sebagai informasi tambahan bahwa Ujian Nasional (UN) tahun ini akan diikuti lebih dari 1,4 juta siswa madrasah. Mereka terdiri lebih 1.015.179 siswa kelas IX (sembilan) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan 423.801 siswa kelas XII (dua belas) Madrasah Aliyah (MA). Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaaan (KSKK) Madrasah M. Nur Kholis Setiawan sebagaimana diberitakan oleh portal Kementerian Agama RI.

"Pelaksanaan UN untuk MTs dan MA dilaksanakan dalam waktu yang berbeda. UN MTs dilaksanakan pada tanggal 2 - 8 Mei 2017, sedangkan pada 10 - 13 April 2017 untuk MA," ungkap M. Nur Kholis Setiawan di Jakarta, Selasa (14/03).secara nasional mengalami kenaikan sebesar 4,08%. Kenaikan lebih besar terjadi peserta UN MA, yaitu mencapai 13.62%.
Sama dengan tahun lalu, penyelenggaraan UN Madrasah tahun ini juga menggunakan 2 (dua) model, yaitu: Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) atau PBT (Paper Based Test). Penyelenggaraan UNBK diberlakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2015. Namun demikian, Kementerian Agama baru melaksanakannya pada tahun 2016 dan 2017.

"Pada tahun 2017 ini, UNBK akan diselenggarakan di 465 MTs Negeri dengan 97.281 siswa dan 1.585 MTs Swasta dengan 109.004 siswa," ujarnya.
"Untuk Madrasah Aliyah, UNBK akan diikuti 94.963 siswa dari 470 MAN, serta 186.999 siswa dari 1.888 MA swasta," tambahnya.

Ada empat mata pelajaran (mapel) MTs yang akan diujikan, yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). UN MA juga mengujikan empat mapel, yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan mapel sesuai peminatan.
"Untuk mapel yang sesuai peminatan adalah IPA, IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), serta Bahasa dan Sastra dan Keagamaan," kata peraih Doktor di Bonn University-Jerman ini. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kakan Kemenag SBT Buka Sampul Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP)
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2017/04/kakan-kemenag-sbt-buka-sampul-ujian.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)