#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Drs. Umar Rengifuryaan :Tingkatkan Kinerja di Tahun 2018 !

Rabu, 10 Januari 2018

Bula  (inmas).  Mengawali  kegiatan  pelayanan  publik  di  tahun  2018
ini, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Seram Bagian Timur Drs. H.
Umar  Rengifuryaan  menyampaikan  pesan  awal  tahunnya  dalam
kegiatan pembinaan ASN Kemenag SBT pada pagi ini Rabu (10/1).
Kegiatan  yang  berlangsung  di  aula  kemenag  SBT  tersebut  dihadiri
seluruh pejabat eselon IV dan ASN dalam lingkup Kantor Kemenag
SBT.  Dalam  arahannya  kepala  Kemenag  menyampaikan  apresiasi
yang  tinggi  kepada  seluruh  jajaran  ASN  yang  telah  menorehkan
prestasi  dalam  pengelolaan  anggaran  sebagai  satker  terbaik  pertama
dalam bidang realisasi anggaran tahun 2017.

"Kita  bersyukur  dengan  prestasi  yang  diraih,kita  jadikan  ini  sebagai
pemicu  semangat  dan  kinerja  untuk  lebih  ditingkatkan  kembali  di
tahun  ini.  Jangan  terlena  dengan  prestasi  dan  pujian.  Prinsip  kita
harus  tetap  memberikan  pelayanan  terbaik  di  seluruh  aspek,  bukan
sekedar masalah keuangan," pesannya.

Dalam kesempatan ini pula, Kepala Kemenag SBT juga menyerahkan
Daftar  Isian  Penggunaan  Anggaran  (DIPA)  kepada  seluruh  Satker
yang  ada  di  lingkup  Kantor  Kemenag  SBT  diantaranya  Sub  Bagian
Tata  Usaha  yang  diterima  oleh  Kasubag  TU  Moksen  Mahu  S.Ag,
Seksi Pendis diterima oleh Basri Rumatiga S.Ag selaku Kepala Seksi
Pendis,  Seksi  Bimas  Islam  diterima  oleh  Muran  Sukunwatan  S.HI,
Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah diterima oleh Drs. H. Madjis
Mudjid,  serta  diterima  juga  oleh  Kepala  Penyelenggara  Kristen
Frederik  Waelaruno,  Kepala  Penyelenggara  Katholik  Justinus  D
Mallo, serta Penyelenggara Hindu Herwanto S.Sos H.
Penyerahan  DIPA  tersebut  juga  diikuti  penandatanganan  pakta
integritas oleh masing­masing KPA dan PPK. (mukmin)


TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Drs. Umar Rengifuryaan :Tingkatkan Kinerja di Tahun 2018 !
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2018/01/drs-umar-rengifuryaan-tingkatkan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)