#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Rapim Sepakati Program Prioritas Kemenag 2018

Kamis, 25 Januari 2018
Lembang (Kemenag) --- Rapat Pimpinan (Rapim) Terbatas Kementerian Agama di Lembang, Jawa Barat berakhir Sabtu (13/01). Sejumlah keputusan penting dihasilkan pada rapat yang diikuti para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama ini. 
Sekjen Kemenag Nur Syam saat memimpin sidang menyebutkan beberapa program prioritas Kemenag di tahun 2018. Beberapa program tersebut antara lain: Menyapa Penyuluh Agama, Ngobrol Bareng Pendidikan Islam (Ngopi) Mengaji (Mengasah Jati Diri) Indonesia, serta bimbingan perkawinan dan pendidikan pranikah.
Program prioritas lainnya adalah Halal Indonesia, Bina Kawasan dan Guru Kunjung, Riset Persepsi, serta silaturahmi lembaga keagamaan yang disingkat SALAM.
"Program unggulan dimaksud disusun berdasarkan kebutuhan dan sasaran strategis di mana peran Kemenag semakin dibutuhkan masyarakat Indonesia, terlebih tahun 2018 memasuki tahun politik," ungkap Nur Syam, Sabtu (13/01).
Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menyebutkan, agama bagi masyarakat Indonesia adalah faktor determinan. Karena itu, lanjutnya, Kemenag bertanggung jawab dalam hal peningkatan kualitas kehidupan keagamaan, pendidikan keagamaan, kerukunan umat beragama, dan penyelenggaraan haji, serta pelaksanaan halal bagi umat dan bangsa Indonesia.
Nur Syam berharap program unggulan yang telah diputuskan dalam Rapim ini segera ditindaklanjuti oleh Unit Eselon I dan II. Direktur Jenderal di masing-masing unit akan membedah RKAKL dan meng-insert program strategis itu menjadi lebih operasional.
Nur Syam mengaku Rapim tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Rapat-rapat dikemas dalam suasana kebersamaan dan penuh keakraban. Bahkan, kebersamaan itu sudah didesain sejak keberangkatan ke Bandung dalam satu gerbong kereta. Kebutuhan pelaksanaan rapat juga disiapkan secara bersama.
"Rapim dalam suasana cair dan penuh keakraban ini perlu dijadikan tradisi baru di kalangan pejabat Kemenag. Meski diselingi dengan guyonan dan suasana santai, hasilnya terbukti efektif dan produktif," pungkasnya. (Dimas)
source : kemenag.go.id
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Rapim Sepakati Program Prioritas Kemenag 2018
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2018/01/rapim-sepakati-program-prioritas.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)