#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Sosialisasi dan Penyusunan RKA-KL Bagian Umum Kemenag SBT

Jumat, 29 Juni 2018
Bula (Inmas). Bagian Umum Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur menggelar Sosialisasi Penyusunan RKA-KL khusus satker pada Bagian Umum tahun anggaran 2019 di Aula Kemenag, Kamis (29/6).

Moksen Mahu, S.Ag, Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang membuka acara sosialisasi dan Penyusunan RKA-KL mewakili kepala Kemenag, menyampaikan harapannya agar setiap peserta menyusun RKA-KL sesuai kebutuhan riil dan prioritas. "Diselesaikan lengkap dengan TOR dan RAB-nya biar rampung disini dan tidak menemui kendala saat pengusulan nanti" tutur Moksen Mahu.

Satker yang ada dibawah Bagian Umum antara lain Urusan Ortala dan Kepegawaian, Perencanaan dan Keuangan, Hukum dan KUB, Informasi dan Humas, dan urusan Umum. Masing-masing mengirimkan 1 stafnya mengikuti kegiatan sosialisasi dan penyusunan RKA-KL yang diisi penyampaikan materi sosialisasi oleh Malik Ibarahim Zakaria, SE selaku koordinator Perencanaan dan Keuangan Kantor Kemenag SBT.

Malik yang juga bendahara kantor Kemenag menyampaikan terkait Standarisasi dan Mekanisme Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Kegiatan dan Perjalanan Dinas. "Standarisasi laporan kegiatan dibuat untuk mewujudkan keseragaman penyajian agar dapat dipahami dan digunakan oleh kita sekalian" urai Malik. Ia menyampaikan mulai saat ini semua rapat akan ada anggaran sekaligus laporan pertanggungjawabannya.

"Termasuk perjalanan dinas sudah harus dibuatkan laporan, dokumentasi foto perjalanannya dan seterusnya. Juga rapat dalam kantor dibuat laporan dan dokumentasi baik foto maupun visualnya dengan tata urutan penyusunan baku sesuai standarisasi yang ada" lanjutnya.

Dalam rapat dalam kantor misalnya, untuk penyusunan laporannya terdiri dari bagian awal, bagian utama, bagian akhir, salinan rencana dan realisasi anggaran, dan dokumentasi kegiatan/foto.

"Pada bagian awal seperti biasa terdiri dari cover dan judul. Bagian utama terdapat nota dinas hasil rapat, notula rapat dan output rapat. Bagian akhir berupa nota dinas rencana rapat, undangan dan jadwal rapat, surat tugas pelaksana rapat, curiculum vitae, dan daftar hadir. Adapun salinan rencana dan realisasi anggaran terdiri dari RAB, daftar penerima uang, kwitansi, dan rekapitulasi realisasi anggaran" terang Malik Ibrahim menjelaskan panjang lebar.

Malik berharap semua kegiatan baik dalam kantor maupun luar kantor, termasuk rapat dan perjalanan dinas dapat dipertanggungjawabkan dengan laporan yang sesuai dengan standarisasi yang telah disampaikannya. (ss)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Sosialisasi dan Penyusunan RKA-KL Bagian Umum Kemenag SBT
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2018/07/sosialisasi-dan-penyusunan-rka-kl.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)