#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

BAZIS SBT TELAH MEMILIKI GEDUNG YANG REPRESENTATIF

Selasa, 16 Februari 2016
Bula(Kemenagsbt.top)-Setelah selama ini menggunakan salah satu ruangan RSUD Kabupaten Seram Bagian Timur selama 4 tahun dalam melaksanakan kegiatannya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Seram Bagian Timur akhirnya memiliki gedung sendiri. Peresmian penggunaan gedung yang terletak di jalan Wailola Bula  tersebut dilakukan secara langsung oleh Pejabat Bupati SBT Hendrik Far Far, Jumat (12/2/2016), dengan ditandai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.
Acara peresmian juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs H. Ismail Rumfot dan Para Kepala SKPD, Tokoh Agama dan para Muzakki aktif serta masyarakat setempat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Seram Bagian Timur H. Abdullah Vanath S.Sos MMP yang juga mantan Bupai SBT 2 periode dalam sambutannya mengatakan, bahwa kehadiran baznas SBT saat ini merupakan penjelmaan dari pendirian Bazis SBT yang lahir sebelum adanya undang-undang soal baznas.
Vanath juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah menitipkan dana zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZ dan berharap dengan adanya gedung pusat pelayanan zakat tersebut partisipasi masyarakat akan semakin meningkat. “Kalau mau mendapatkan kepercayaan masyarakat, kita harus transparan terhadap publik. Saya harap dengan bangunan baru akan semakin meningkatkan semangat dan kinerja kami dalam mengelola dana umat,” ujarnya.
Semenetara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Pelaksana Harian Baznas SBT Ny. Erna Rumata SE dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur beserta seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan gedung baru tersebut. “Dengan kantor BAZ yang strategis ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat dan dampak yang dihasilkan secara langsung, baik melalui tercapainya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik maupun terwujudnya hasil pengumpulan dan pengelolaan zakat yang dapat berdaya guna secara optimal,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kemenag SBT Drs H. Ismail Rumfot saat diminta komentarnya, berpendapat bahwa  berdirinya gedung pusat Pelayanan Zakat Infaq Shodaqoh Kabupaten Seram Bagian Timur dipandang selain sebagai salah satu bentuk upaya dan inovasi dari BAZNAS kabupaten Seram Bagian Timur juga menjadi awal yang baik dalam menjembatani antara kesadaran dengan kebutuhan masyarakat melalui institusi yang dipercaya yaitu BAZNAS. “Kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kabupaten Seram Bagian Timur demikian besar dan saya yakin BAZNAS Kabupaten Sumedang akan semakin dipercaya dan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: BAZIS SBT TELAH MEMILIKI GEDUNG YANG REPRESENTATIF
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/02/baznas-sbt-telah-memiliki-gedung-yang.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)