#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Ketua DWP Kantor Kemenag SBT : STOP Pornografi Dan Pornoaksi

Jumat, 29 Juli 2016
Bula-KemenagSBT.  Sebagai wujud keterlibatan dalam gerakan anti pornografi di tanah air, khususnya di Kabupaten Seram bagian Timur, perempuan Kementerian Agama yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kemenag SBT akan mendeklarasikan SIAPP atau Saya Ini Anti Pornografi dan Pornoaksi. Deklarasi tersebut dilakukan pada Jumat (29/7) pagi ini di hadapan para peserta Bimbangan Generasi Muda yang bertemakan Upaya Peningkatan Kesadaran dan Penanggulangan Terhadap Bahaya Pornografi dan Pornoaksi di ruang serba guna MTs Negeri Bula.
Deklarasi ini menandai penegasan komitmen perempuan kemenag dalam mewujudkan Indonesia bersih pornografi dan pornoaksi. Upaya yang dilakukan: melaksanakan program anti pornografi dan pornoaksi, proaktif dalam menyadarkan masyarakat untuk mengembagkan sikap anti pornografi dan pornoaksi, serta mencegah pornografi dan pornoaksi.
Acara Bimbingan Generasi Muda yang disponsori oleh DWP Kantor Kemenag SBT ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot selaku pembinanya. Kepala Kemenag menyambut baik inisiatif tim DWP untuk mendeklarasikan SIAPP, sebagai tindak lanjut dari apa yang dilakukan oleh DWP Kemenag RI di Jakarta. Haji Ismail berharap kampanye SIAPP diikuti dengan gerakan dan kontribusi nyata dalam menanggulangi bahaya pornografi dan pornoaksi.
Di tengah era globalisasi, Kepala Kemenag SBT menyoroti fenomena pornografi dan pornoaksi di dunia maya. Ironisnya, content pronografi dan pornoaksi terkadang dishare melalui media sosial. Dirinya berharap Kementerian Agama mempunyai terobosan baru untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memahami bahaya pornografi dan pornoaksi. Ditengah arus globalisasi yang ada, jangan sampai keindonesiaan kita tercerabut olehnya, tegasnya. Pornoaksi harus kita sikapi, agar generasi muda tidak menyaksikan dan mendapatkan hal-hal yang buruk ditengah masyarakat, tambahnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Kasat Binmas Polres SBT Bapak Prawito SH. sebagai pemateri utama. Dalam paparannya Kasat menyampaikan data data tentang prilaku remaja di Indonesia sebagai dampak dari konsumsi konten pornografi yang diakses melalui internet. Munculnya tindakan kriminalitas dan asusila yang akhir akhir ini semakin marak tidak bisa dilepaskan dari perilaku buruk masyarakat itu sendiri salah satunya adalah kebiasaan menonton konten dan film yang berbau porno. "Apa yang kita lihat, akan berbekas dalam otak dan jika tidak mampu menfilternya hal tersebut akan berlanjut pada aksi, dan inilah yang sering terjadi". Selaku Kasat Binmas Prawito mengharapkan kepada semua pihak untuk bersama sama membangun komitmen untuk berani mengatakan TIDAK pada pornografi dan pornoaksi.
Senada dengan apa yang disampaikan Kasat Binmas Polres SBT, Ketua DWP Kantor Kemenag SBT Ibu Sukinem Rumfot saat dimintai komentarnya tentang kegiatan ini menyatakan bahwa fenomina kasus pemerkosaan, pelecehan seksual yang makin marak berawal dari perilaku buruk kita sendiri. Hal ini menjadi tugas kita bersama baik sebagai ibu rumah tangga di satu sisi dan disisi lain sebagai pendamping dari suami kita yang bertugas di Kementerian Agama untuk melakukan tindakan preventif sejak dini. " ibda binafsik...kita mulai dari diri kita, keluarga kita....quu amfusakum wa ahlikum naaro...." tambahnya sambil mengutif ayat suci Al Quran. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Ketua DWP Kantor Kemenag SBT : STOP Pornografi Dan Pornoaksi
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/07/ketua-dwp-kantor-kemenag-sbt-stop.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)