#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kepala KanKemenag SBT : Jangan Anggap Remeh Masalah Entry Data EMIS !

Sabtu, 20 Agustus 2016
Bula- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Seksi Pendidikan Islam (Pendis) menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Data Education Management Information System (EMIS) madrasah se-SBT pada hari ini,Sabtu (20/8). Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot dan dihadiri para pejabat eselon IV di lingkup Kemenag SBT ini akan berlangsung selama dua hari, yakni dari hari Sabtu sampai Minggu (20-21/8) di Aula Kemenag SBT.
Ismail Rumfot dalam arahannya mengatakan kegiatan ini jangan dianggap rutinitas dan sekaedar menjalankan program RKA-KL semata tetapi harus dilihat sebagai upaya validasi data pada setiap madrasah di SBT, karena selama ini sering terjadi ketidaksinkronan antara data madrasah di tingkat Kemenag kabupaten kota dengan propinsi bahkan pusat.
"Kondisi ini melahirkan kebingungan dan melahirkan permasalahan baru. Karena persoalan data di madrasah kebanyakan hanyab spekulasi tidak sesuai data sesungguhnya," katanya.
Kasus yang pernah terjadi munculnya data fiktif di madrasah hanya sekedar untuk mendapatkan dana bantuan operasional sekolah yang lebih padahal yang kemudian menjadi justru permasalahan besar di tengah-tengah masyarakat.Masyarakat kini semakin kritis, jadi jangan main-main masalah data" tegasnya dihadapan para 30 peserta dan operator EMIS.
Sementara Kepala Seksi Pendis Kemenag SBT Usman Suin S.Ag saat diminta keterangannya tentang kegiatan ini menyampaikan bahwa dengan kegiatan ini para pengelola pendidikan madrasah bisa meningkatkan mutu pendidikan diniyah melalui penguatan data madrasah yang dikelolanya dengan mengoptimalkan peng-entry-an data melalui education manajemen information system (EMIS)..
Lebih lanjut Usman Suin mengatakan bahwa pendidikan maka kita dituntut untuk menyuguhkan data yang baik, valid dan representatif, bisa dimengerti juga bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga dengan kegiatan ini akan mampu mewujudkan sinergisitas antara Kementerian Agama secara umum dan Madrasah yang ada secara khusus dengan para pengawas pendidikan, pengelola pendidikan dan tentunya dengan guru-guru yang memiliki andil besar melalui penyajian data yang valid dan bisa diakses oleh semua kalangan.
Pada sesi selanjutnya, kegiatan penguatan data EMIS ini dipandu langsung oleh Zaidul Fahmit Bahalwan SE. (biasa disapa Pak Fahmi) sebagai operator tingkat kabupaten yang sangat profesional dalam mengelola data EMIS bahkan pernah mendapat penghargaan sebagai penginput data EMIS tercepat 2015.
Sementara itu Aminah Tianotak S.Ag selaku ketua panitia kegiatan mengatakan, selama ini pengelolaan data masih lemah karena kemampuan pengelola yang belum maksimal sehingga berakibat pada input data yang kurang tepat."jika ada kendala teknis dilapangan dalam masalah entry data, para operator tidak usah segan-segan untuk datang ke kantor Kemenag SBT dalam hal ini Seksi Pendis, kami siap melayani dengan senang hati " harapnya. (mukmin)

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kepala KanKemenag SBT : Jangan Anggap Remeh Masalah Entry Data EMIS !
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/kepala-kankemenag-sbt-validitas-entry.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)