#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

DIALOG INTERNAL DPRD KOMISI A SBT DENGAN KEMENAG PROVINSI MALUKU

Selasa, 16 Agustus 2016
Ambon - Anggota komisi A DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) secara tertutup melakukan dialog
internal dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd yang diwakili oleh Plh. Kanwil Kemenag Maluku Nikodemus Dahoklory, S.Pak, M.Si, didampingi Pgs. Kabid Pendidikan Madrasah, H. Yasir Rumadaul, S.Ag, M.Pd, dan Kasubag Organisasi Tata Laksana (Ortala) dan Kepegawaian, M. Hanafi Rumatiga, S.Ag, M.Pd, Senin (15/8).

Ketua komisi A DPRD SBT, M. Umar Gasam, SH, yang mengetuai bidang fungsi kerja kepegawaian dalam dialog tersebut yang berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Maluku mengatakan tujuan dari kedatangan mereka ke salah satu instansi vertikal Kanwil Kementerian Agama Prov. Maluku ini, sekaligus meminta kejelasan dari pihak Kemenag Maluku terkait tenaga kerja guru yang dipinjamkan dari Kantor Kementerian Agama ke sekolah umum, apakah yang bersangkutan menjadi tanggungan pemerintah daerah ataukah masih menjadi tanggungan Kementerian Agama, dan masalah mutasi salah satu pejabat struktural dari Kemenag Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ke Pemda Seram Bagian Timur (SBT).

Gasam mengatakan, selama ini DPRD Komisi A sering mendapatkan pengaduan tentang masalah mutasi ini, karena tidak ada bukti secara hukum yang bisa ditunjukkan kepada masyarakat yang ada di daerah itu, maka DPRD SBT melalui Komisi A datang menemui pihak Kemenag Maluku meminta kejelasan apakah pejabat yang dimutasikan tersebut sudah sesuai dengan mekanisme atau ketentuan undang-undang.

Sementara itu, untuk merespon permintaan kejelasan dari DPRD SBT, Hanafi selaku Kepala Sub Bagian Kepegawaian di Kemenag Maluku mengatakan masalah mutasi salah satu pejabat Kemenag SBB ke SBT itu berdasarkan surat bupati Kabupaten Seram Bagian Timur Nomor: 800/221/2016 tertanggal 13 Juli 2016, perihal tugas perbantuan, maka melalui surat itu Kapala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Maluku mengeluarkan surat pernyataan persetujuan dengan Nomor: 666/Kw.25.1.2/Kp.07.5/07/2016 kepada yang bersangkutan untuk dimutasikan dengan catatan sebagai pejabat yang diperbantukan pada instansi terkait, dalam hal ini pemerintah daerah Kabupaten SBT.

"Mutasi tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan, dan mutasi tersebut dikehendekai oleh Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor 675.A tahun 2007 tentang pelaksanaan mutasi di lingkungan Kementerian Agama, dan ini semoga menjadi catatan penting sekaligus rujukan hukum untuk DPRD Kabupaten SBT," ujar Hanafi.

Selain itu, terkait dengan masalah tenaga kerja guru yang dipinjamkan atau ditugaskan dari kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku ke Sekolah Umum, Rumatiga mengatakan sesuai denga Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri tentang penempatan guru, kalau SK-nya berbunyi dipekerjakan maka seluruh biaya atau hak-haknya itu berada pada instansi induk dalam hal ini Kementerian Agama, sedangkan kalau diperbantukan, maka seluruh hak-haknya menjadi tanggungan instansi yang dituju.

"Jika merujuk pada peraturan menteri bersama ini, para guru PNS dapat bertugas di sekolah lain dan pemerintah dapat membantu tenaga pendidik yang ada di sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik," jelas Hanafi. (sumber : maluku.kemenag.go.id)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: DIALOG INTERNAL DPRD KOMISI A SBT DENGAN KEMENAG PROVINSI MALUKU
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/dialog-internal-dprd-komisi-sbt-dengan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)