#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

HUT RI KE-71 : KEMENAGSBT FC MENGAWALI DEBUT PERDANANYA DALAM TURNAMEN FUTSAL

Jumat, 12 Agustus 2016
.Bula. Dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur melaksanakan aneka perlombaan antar SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) dan Instansi Vertikal. Diantara mata lomba yang dijadikan ajang kompetisi antar instansi ini antara lain Futsal, Volly Ball, Gerak Jalan, Tarik Tambang, Paduan Suara Hymne Mars SBT, serta lomba keindahan lingkungan instansi. Sepekan menjelang perayaan HUT RI Ke-71, berbagai mata lomba telah mulai diperlombakan diantaranya adalah lomba Futsal. Kantor Kementerian Agama SBT sebagai instansi vertical yang ada di wilayah SBT tidak ketinggalan untuk berpartisipasi dalam berbagai perlombaan yang ada, termasuk dalam kompetisi Futsal.
Pada laga perdananya kemarin (Kamis,11/8) , tim KemenagSBT FC yang dimanajeri oleh Amiruddin Keliobas S.Ag berhadapan dengan tim Sekretariat Daerah Pemda SBT yang diperkuat oleh pemain andalan mereka M. Fahri H. AlKatiri Lc yang tak lain adalah Wakil Bupati SBT. Kehadiran Fahri AlKatiri pada laga ini menyedot perhatian tersendiri dari para penonton. Saat kick off babak pertama dimulai, nampak tim KemenagSBT berusaha untuk menerobos pertahanan lawan. Usaha ini ternyata tidak sia-sia, tim yang diperkuat oleh Abduh Ernas S.Kom (ASN Kanwil Kemenag Maluku yang sedang menghabiskan masa cutinya di Bula) berhasil menggedor pertahanan tim Sekda SBT dan melesatkan tendangan spektakulernya yang tidak mampu dihalau oleh penjaga gawang Sekda SBT FC setelah mendapat umpan silang dari Fahmit Bahalwan SE sehingga skor sementara 1:0 untuk tim KemenagSBT pada menit ke 3.
Tertinggal 1 gol dari tim KemenagSBT membuat Fahri AlKatiri mengubah taktik permainannya menjadi lebih ofensif. Berbekal para pemain yang masih muda, tim SekdaSBT FC terus menekan pertahanan KemenagSBT FC dan berusaha membobol gawang yang dijaga oleh Idrus Al Hamid. Usaha keras tim Sekda SBT FC akhirnya membuahkan hasil lewat tendangan bebas yang dilakukan oleh Fahri AlKatiri sehingga skor berimbang menjadi 1:1.
Pada paruh kedua dari pertandingan ini nampak para pemain KemenagSBT FC mulai kelelahan melayani pola permainan dari tim lawan. Basri Rumatiga S.Ag dan Kamarudin Kelsaba S.Ag yang diturunkan pada babak kedua menjadi gelandang serang mulai kewalahan menghadang serangan penyerang SekdaSBT FC. Akhirnya sampai peluit panjang yang ditiup wasit berbunyi tanda berakhirnya pertandingan, tim KemenagSBT FC harus mengakui ketangguhan lawan dengan skor telak 10:2 untuk tim Sekretariat daerah Pemda SBT.

“Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim KemenagSBT FC untuk laga berikutnya yakni saat melawan tim SatPol PP dan Dinas Lingkungan Hidup. Tidak boleh ada kata putus asa. “ Ujar Ikbal Kella S.HI Asisten Pelatih dihadapan para pemain KemenagSBT FC. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: HUT RI KE-71 : KEMENAGSBT FC MENGAWALI DEBUT PERDANANYA DALAM TURNAMEN FUTSAL
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/hut-ri-ke-71-kemenagsbt-fc-mengawali.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)