#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

KEPALA KANKEMENAG SBT : JANGAN BERMAIN GAME BERBASIS GPS DI LINGKUNGAN KANTOR !

Kamis, 11 Agustus 2016
Bula. Sudah tidak asing lagi bagi kita saat mendengar kata “Pokemon Go”. Sebuah game yang saat ini lagi booming dan mendunia. Hampir setiap orang yang melek dengan teknologi sudah mengetahui hal ini. Namun tahukah kita bahwa  di balik games Pokemon Go ada unsur spionase lokasi bahkan data dari pemainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot di hadapan para ASN Kemenag SBT saat rapat pembinaan pegawai Rabu kemarin (10/08).  "Mohon diantisipasi permainan Pokemon Go yang mencari monster pokemon berbasis lokasi adalah sistem pengumpulan data dari National Geospatial Intelligence Agency, hal yang sama dilakukan CIA pada aplikasi Facebook. Kerawanan timbul apabila ada ASN atau keluarga memainkan dan mencari pokemon yang aneh (rare) dengan poin tinggi yang biasanya muncul di malam hari dan tempat yang aneh dan dekat tempat strategis. Permainan ini via kamera smartphone dan melihat langsung animasi pokemon di layar HP, tetapi background tetap gambar nyata lokasi. "Saran saya untuk para ASN Kantor Kemenag SBT tidak usah main apps (Pokemon Go) tersebut, apalagi di dalam di lingkungan kantor ini, hal tersebut selain tidak ada unsur manfaatnya juga akan melalaikan pegawai bersangkutan dari tugas utamanya. Saya harapkan pihak Urusan Kepegawaian memantau dan melaporkan jika ada ASN yang memainkan game ini pada jam kerja” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag SBT Moksen Mahu S.Ag. Larangan ini bukanlah hal yang mengada ada , tapi merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menpan RI No. B./2555/M.PANRB/07/2016 tertanggal 20 Juli 2016 tentang Laranngan Bermain Game Virtual Berbasis GPS di Lingkungan Instansi Pemerintah. “ Hal ini sebagai bentuk kewaspadaan nasional dan mengantisipasi kerawanan di bidang keamanan dan kerahasiaan Negara serta untuk menjaga produktivitas dan disiplin aparatur sipil Negara (ASN), karena secara tidak langsung pemain tidak sadar jika dia dimanfaatkan untuk mengumpulkan informasi berupa lokasi melalui gambar atau video yang menjadi background didalam permainan itu ” ungkapnya sambil mengutip isi surat edaran Menpan tersebut. (mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: KEPALA KANKEMENAG SBT : JANGAN BERMAIN GAME BERBASIS GPS DI LINGKUNGAN KANTOR !
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/kepala-kankemenag-sbt-jangan-bermain.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)