#SelamatHAB72

#SelamatHAB72

Kepala KanKemenag SBT : Penyusunan RKA-KL Harus Ada Skala Prioritas,Jangan Menoton !

Senin, 08 Agustus 2016
Bula. Sebagai persiapan awal sebelum dikeluarkannya Pagu definitif Tahun 2017 oleh Kementerian Keuangan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mengadakan konsolidasi dan sinkronisasi rencana program dan kegiatan yang bertema Penyusunan RKA-KL 2017 pada lingkup Kantor Kemenag SBT pagi ini, Senin (08/08/2016)yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag SBT Drs. H. Ismail Rumfot di Aula kebanggaan ASN Kemenag SBT
Turut hadir pada pembukaan kegiatan  ini, para Kepala Madrasah tingkat MIN sampai MAN, pejabat Eselon IV lingkup Kemenag SBT, serta para pengelola keuangan pada tiap satker.
Kepala Kemenag SBT dalam arahannya menyampaikan bahwa ketepatan dalam penyusunan RKA-KL tentunya diawali dengan konsolidasi dan sinkronisasi program dan kegiatan mengenai arah perencanaan kerja dan penganggaran Tahun 2017 di lingkungan Kantor Kemenag SBT.
Bercermin pada evaluasi realisasi penyerapan anggaran tahun sebelumnya, Kantor Kemenag SBT dan satker di bawahnya harus mampu menunjukkan konsistensi antara perencanaan dan implementasi keuangan. Pada Penyusunan RKA-KL 2017, sebaiknya juga memperhitungkan proyeksi pencapaian kinerja dengan perencanaan yang disusun, sehingga perencanaan anggaran benar-benar mencerminkan kemampuan dalam pengelolaan anggaran,” ujarnya.
Menurutnya,  menimbang bahwa pencapaian visi dan misi unit kerja diawali pada ketepatan penyusunan RKA-KL, berdasarkan pada 3 (tiga) pendekatan, yaitu: kerangka pengeluaran jangka menengah, penganggaran terpadu, dan penganggaran berbasis kinerja. Disamping menerapkan tiga pendekatan, dalam anggaran belanja negara, juga diterapkan 3 (tiga) klasifikasi yaitu : klasifikasi fungsi, klasifikasi organisasi, dan klasifikasi ekonomi atau jenis belanja.
“Ketiga pendekatan dan ketiga klasifikasi di atas selanjutnya akan dituangkan dalam dokumen perencanaan penganggaran yang lebih dikenal sebagai Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) dan dokumen pelaksanaan anggaran yang lebih dikenal sebagai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA),” jelasnya.
Harapannya, hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah tersusunnya rencana program untuk penyusunan Rencana Kerja (Renja) yang menjadi masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah. Rencana Kerja Pemerintah akan menjadi dasar dalam Penyusunan RKA-KL dan DIPA Kantor Kemenag SBT TA. 2017, tutupnya.
Sebelumnya, Ketua panitia kegiatan Umi Salam Rumfot S.Sos menyampaikan bahwa Kantor Kemenag SBT melalui Urusan Keuangan dan Perencanaan pada Sub Bagian Tata Usaha pada tahun 2016 ini menggelar Kegiatan Penyusunan RKA-KL 2017 sebagai persiapan awal sebelum dikeluarkannya Pagu definitif Tahun 2017 oleh Kementerian Keuangan.
Hal senada juga diungkap oleh Kepala Sub Bagian TU Moksen Mahu S.Ag “Tentunya dengan mengkonsolidasikan kembali seluruh rencana program dan kegiatan yang akan dibenahi pada Tahun 2017,” ujarnya.
Moksen Mahu mengingatkan kepada seluruh satker bahwa  walaupun telah ada anggaran indikatifnya kemudian tidak didukung oleh TOR yang ada maka jangan harap kegiatan itu dapat dilaksanakan, boleh jadi tidak berbintang tapi tidak dapat dilaksanakan, terangnya.
Rencananya kegiatan ini akan mendatangkan narasumber langsung dari Kanwil Kementerian Agama Propinsi Maluku, namun karena ada kegiatan lainnya dari pihak narasumber, maka kegiatan ini dipandu langsung oleh Koordinator Urusan Perencenaan dan Keuangan Kantor Kemenag SBT Ikbal Kella S.HI yang cukup berpengalaman dalam penyusunan RKA-KL pada tahun tahun sebelumnya. "Hari ini kita tidak perlu banyak diskusi masalah teori tapi langsung pada praktek aplikasi, sehingga kalau ada kendala teknis dalam penyusunan RKA-KL di aplikasi saudara, bisa langsung ditanyakan" ujarnya di depan para peserta.
(Mukmin)
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Kepala KanKemenag SBT : Penyusunan RKA-KL Harus Ada Skala Prioritas,Jangan Menoton !
Ditulis oleh kemenagsbt
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke https://kemenagserambagiantimur.blogspot.com/2016/08/kepala-kankemenag-sbt-penyusunan-rka-kl.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Renungan


author-pic YUK JADI ASN CERDAS

Dikutip oleh Pak Min
KETIKA manusia masih hidup nomaden, yang bisa berburu dan membuat api sudah menjadi orang yang cerdas pada zamannya. Ketika peradaban pertama muncul, manusia mulai menetap dan menanam bahan makanannya sendiri – dibutuhkan kecerdasan baru, yaitu kemampuan untuk memahami tanah dan mengenal biji-bijian. Zaman terus berubah dan manusia dituntut untuk terus mengasah kecerdasannya – agar dia bisa tetap lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupannya. Dari mana dia bisa terus belajar agar tidak tersesat di zamannya? Itulah gunanya petunjuk! Bukan hanya makhluk cerdas seperti manusia, seluruh ciptaanNya yang lain juga diberi petunjuk sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Tanaman diberi petunjuk hara apa yang dia perlu hisap dari tanah, lebah diberi petunjuk bunga-bunga apa yang nectarnya bisa menjadi obat, domba di padang gembalaan diberi petunjuk untuk tahu bila ada tanaman yang beracun dst. Paket mulai dari penciptaan, penyempurnaan, penentuan kadar dan pemberian petunjuk inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui rangkaian ayat-ayat pendek berikut : “Sucikan nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi, Dia Yang Menciptakan lalu menyempurnakannya, Dia Yang menentukan ukuran-nya masing-masing dan memberinya petunjuk.” (QS; Al Ala [87]: 1-3) Petunjuk yang inherent – melekat pada diri kita itulah yang menjadi instrument penjaminan agar kita tidak tersesat. Jangankan kita, lebah yang amat kecil-pun mampu terbang sangat jauh dan balik kerumahnya tanpa harus tersesat – karena dia diberi petunjuk (QS 16 :68-69), apalagi manusia. Kunci-kunci pembuka segala problem kehidupannya ya ada di petunjuk tersebut. Lantas mengapa begitu banyak urusan kehidupan kita seolah tidak atau belum terselesaikan dengan baik? Urusan ekonomi, politik, keamanan, pangan, kesehatan dlsb? Ya karena kebanyakan manusia di zaman ini mengabaikan petunjuk tersebut. Lebah mampu mencari bunga-bunga di hutan dan mengambil obat untuk manusia – karena dia mengikuti petunjukNya. Sebaliknya manusia yang mengeksplorasi hutan yang sama, bukannya mendapatkan obat tetapi menimbulkan penyakit bagi sesamanya – dengan membakar hutan dan menebarkan asap – karena dia mengabaikan petunjukNya. Petunjuk itu ada di rumah-rumah kita, bahkan ada Apps di hp-kita dan kita bawa kemanapun kita pergi, sebagian kita bahkan bisa menghafal seluruh petunjuk yang ada – mengapa kita tidak kunjung juga menjadi umat yang cerdas, yang diunggulkan oleh Allah dari umat yang lain (QS 3 :139)? Barangkali penyebabnya adalah karena kita belum berhasil memahami petunjuk itu untuk kita yang hidup di zaman ultra informasi ini. Maka kami berusaha memahami petunjuk itu dengan meng-ekstrak informasi menggunakan teknologi yang ada di jaman ini, Anda juga bisa melakukannya menggunakan apa yang kami kembangkan di Huda.id – hanya saja dia masih jauh dari sempurna, sehingga hasilnya perlu diolah lagi. Bagaimana kita bisa lebih cerdas dari kompleksitas permasalahan kehidupan di zaman ini? Kuncinya adalah bagaimana kita menguasai inti dari setiap persoalan yang kita hadapi. sumber : hidayatullah(Mn)